Jangan lupa bagikan jika bermanfaat

Kamis, 28 Juli 2016

MENGNAL SYAIKH ABDUL QADIR AL-JAELANI

Oleh : Al-Ustadz Abu Hafiy Abdullah hafizhahullah


Tahukah anda siapa Asy Syaikh Adul Qadir Al-Jailani? Cobalah lontarkan pertanyaan ini kepada siapa saja yang anda jumpai. Insya Allah mereka akan mengenalnya.

Dia adalah seorang wali, dia adalah ulama, dia adalah orang shalih. Ya, nama Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani begitu populer di negeri kita. Beliau dikenal sebagai seorang ulama yang shalih, sekaligus sangat identik dengan berbagai karamah yang dimiliki.

Ada yang meyakini bahwa beliau adalah wali Allah yang mampu terbang tinggi di angkasa raya, atau berjalan di atas air dengan secepat kilat. Bahkan ada pula yang beranggapan bahwa beliau mampu menghidupkan orang yang sudah mati.

Sebenarnya, kisah tentang berbagai keajaiban inilah yang membuat sekian banyak orang mengagumi dan mengidolakan Syaikh Abdul Qodir Al-Jaelani. Sampai sungguh disayangkan, perbuatan sebagian orang yang sangat berlebihan terhadap beliau. Yaitu menjadikan beliau sebagai wasilah (perantara) dalam doa. Dengan keyakinan, tanpa hal itu, doa mereka tidak akan dikabulkan. Jelas ini merupakan sikap yang melampaui batas dan kesesatan yang nyata.

Sehingga alangkah baiknya jika kita mengetahui siapa sebenarnya Syaikh Abdul Qadir Jailani.

Benarkah beliau mempunyai berbagai keajaiban tersebut? Ataukah sekedar mitos atau dongeng hasil rekayasa orang-orang, yang tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah?

NASAB BELIAU

Nama lengkap beliau adalah Abdul Qadir bin Abi Shalih Abdullah bin Janki Duwast bin Abi Abdillah bin Yahya bin Muhammad bin Dawud bin Musa bin Abdillah bin Musa Al Hauzy bin Abdullah Al mahdi bin Al Hasan Al mutsanna bin Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib Al-Jailani.

Dengan melihat kepada silsilah keturunan di atas, bisa diketahui bahwa beliau memiliki garis keturunan yang mulia karena berujung kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Beliau berasal dari negeri Jailan, sehingga sebutan Al- Jailani merupakan nisbat kepada negeri tersebut.

Jailan adalah sebuah nama untuk beberapa daerah yang terletak di belakang Negeri Thabaristan. Beliau dilahirkan di tempat tersebut pada bulan Ramadhan tahun 470 H. Asy Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani merupakan salah seorang ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Siapa saja yang membaca dan menelaah biografi beliau yang banyak disebutkan oleh para ulama, niscaya ia akan mendapatkan bahwa beliau berakidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Hal ini bisa dibuktikan dengan melihat perjalanan hidup beliau selama menuntut ilmu agama. Beliau tiada pernah lepas dari bimbingan para ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Sungguh Allah subhanahu wa ta'ala telah memberikan taufik dan karunia yang sangat besar kepada beliau.

CINTA ILMU SEJAK KECIL

Ya,, Allah menanamkan rasa cinta terhadap ilmu agama semenjak beliau masih anak- anak. Dalam usia yang masih sangat belia, yaitu pada umur 8 tahun, beliau telah meninggalkan tempat kelahiran dan merantau ke kota Baghdad untuk menimba ilmu dari para ulama. Beliau belajar kepada Al Qadhi Abu Sa’ad Al- Mukharrimi. Selain itu beliau pun banyak meriwayatkan hadits dari sejumlah ulama pada masa itu.

Di antaranya Abu Ghalib Al Baqillani dan Abu Muhammad Ja’far As Sirraj.

Beliau menimba ilmu dari ulama- ulama tersebut, hingga mampu menguasai berbagai ilmu ushul dan khilaf (perbedaan) pendapat para ulama. Bahkan Abu Sa'd Al- Mukharrimi, akhirnya menyerahkan pengelolaan sekolahnya di Babul Ajaj sepenuhnya kepada Syaikh Abdul Qadir Al- Jailani.

Semenjak itulah petualangan dakwah beliau dimulai. Dengan kesungguhan yang luar biasa, beliau melaksanakan amanah tersebut. Beliau benar-benar menjadikannya sebagai sarana untuk berdakwah di jalan Allah. Berbagai petuah dan nasihat beliau sampaikan kepada penduduk yang tinggal di sekitar madrasah tersebut. Hasilnya sungguh di luar dugaan. Beliau mampu mangambil simpati orang banyak, yang selanjutnya mereka menimba ilmu di madrasah tersebut. Bahkan tidak sedikit orang yang bertaubat dari kemaksiatan dan penyimpangan lantaran mendengar nasihat yang beliau sampaikan.

Adz Dzahabi menukilkan ucapan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab beliau, Siyar A’lamin Nubala ketika menyebutkan biografi beliau, Syaikh berkata, ”Lebih dari lima ratus orang masuk Islam lewat tanganku. Dan lebih dari seratus ribu orang telah bertaubat.”

Hal ini mengingatkan kita betapa besarnya pahala seseorang yang menjadi lantaran sampainya hidayah kepada orang lain. Sebagaimana sabda Nabi kepada Ali bin Abi Thalib yang artinya,

"Demi Allah, sekiranya Allah memberikan hidayah kepada satu orang melalui engkau, maka hal itu lebih baik bagimu dari pada mendapatkan unta merah." (H.R Al-Bukhari dan muslim)

Unta merah adalah gambaran harta yang paling mewah dan berharga.

SYAIKH ABDUL QADIR AL-JAELANI ADALAH AHLUSSUNNAH

Para ulama pun mempersaksikan lurusnya akidah Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. Persaksian tersebut muncul dari ulama yang sezaman dan langsung menimba ilmu dari beliau. Demikian pula ulama kalangan generasi sepeninggal beliau, yang telah menelaah dan meneliti buku- buku karya beliau. Mari kita simak penuturan salah seorang murid beliau, yang di kemudian hari menjadi ulama yang sangat terkenal, yaitu Ibnu Qudamah.

Suatu saat Ibnu Qudamah pernah di tanya tentang Syaikh Abdul Qadir Al-Jaelani. Beliaupun menjawab, "Saat kami tiba di kota Baghdad, ternyata saat itu kami bertemu Syaihk Abdul Qdir Al-Jaelani berada di puncak tertinggi dalam hal ilmu,fatwa, zuhud." Ibnu rjab menyatakan, "Syaikh Abdul Qadir Al-Jaelani termasuk ulama yang komitmen terhadap sunnah dalam berbagai permasalahan yang berkenaan dengan sifat-sifat Allah, takdir dan yang semisalnya. Beliaupun sangat serius dalam membantah siapa saja yang menyelisihi perkara tersebut."

Bukti semua ini adalah Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani sendiri berkata dalam kitabnya yang sangat terkenal, Al Ghunyah, ”Allah berada di atas langit, di atas Arsy, menguasai kerajaan alam semesta, ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, kepada-Nya lah naik katakata yang baik dan amalan shalih. Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, lalu urusan itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang sama dengan seribu tahun menurut perhitungan manusia. Tidak boleh dikatakan bahwa Allah ada di segala tempat. Bahkan Dia di atas langit, di atas Arsy, sebagaimana Allah berfirman yang artinya, “Ar-Rahman (Allah) tinggi istiwa’ di atas Arsy.” [Q.S. Thaha:5].

Dengan demikian, karya beliau yang bernama Al Ghunyah Li Thalibi Thariqil Haq ini, menjadi salah satu bukti otentik yang menunjukkan bahwa beliau adalah seorang ulama yang berakidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Hal senada juga pernah diungkapkan oleh para ulama masa kini.

Di antaranya adalah Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Makhdali dalam kitab beliau yang berjudul Al Haddul Fashil, "Aku telah mendapatkan akidah Syaikh Abdul Qadir Al-Jaelani di dalam Kitabnya yang bernama Al Ghunyah. Ternya Beliau adalah seorang Salafi. Beliau menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah, serta berbagai akidah yang lainnya di atas manhaj salaf. Beliau juga sangat perhatian dalam membantah berbagai kelompok sesat seperti Syi'ah, Rafidhah, Jahmiyah, Jabriyyah, Salimiyah, dan kelompok lainnya."

Adapun mengenai berbagai kisah tentang karamah yang disandarakan kepada beliau, maka tidak semua kisah tersebut benar adanya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa riwayat yang menyebutkan karamah yang beliau miliki telah mencapai derajat mutawatir (sangat banyak). Dan sebagian kisah itu memang benar adanya.

Namun, tidak sedikit kisah-kisah yang tidak bisa dipertanggung jawabkan keabsahan dan kebenarannya.

Oleh sebab itu, Ibnu Rajab mengatakan, ”Syaikh Abdul Qadir Al- Jailani adalah orang yang diagungkan pada masanya. Sungguh beliau telah dimuliakan oleh sekian banyak syaikh, baik kalangan ulama ataupun para ahli zuhud. Yang demikian itu karena beliau memiliki banyak keutamaan dan karamah.

Ada seorang yang bernama Al Muqri’ Abul Hasan Asy Syathnufi Al Mishri, yang menghimpun cerita-cerita tentang berbagai keutamaan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam tiga jilid kitab. Namun orang itu telah mencantumkan hal-hal yang aneh dan dusta. Padahal cukuplah seorang itu dikatakan berdusta, jika dia menceritakan segala yang dia dengar. Sebagian isi kitab itu telah kubaca, dan qalbuku tidak tenang untuk meriwayatkan segala kisah yang ada di dalamnya. Kecuali kisah-kisah yang telah populer dari kitab selainnya.

Selain itu, banyak riwayat dalam kitab ini yang bersumber dari orang-orang yang majhul (tidak dikenal). Juga terdapat perkara- perkara yang mustahil, sesat, klaim, dan ucapan yang batil. Semua itu tidak pantas dinisbatkan kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani.” [Dzail Thabaqat Hanabilah, 1/293, karya Ibnu Rajab].

Imam Adz Dzahabi menyebutkan, ”Tidak ada seorang ulama besar yang riwayat hidup dan karamahnya lebih banyak kisahnya, selain Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. Namun, banyak dari riwayat-riwayat itu yang tidak benar. Bahkan ada yang mustahil terjadi.” Tidak ketinggalan Ibnu Katsir juga memberikan komentarnya mengenai beliau ini dalam Al-Bidayah wan Nihayah, beliau mengatakan, ”Orang- orang banyak menukilkan hal dari Syaikh Abdul Qadir Al Jailani, baik berupa ucapan, perbuatan, penyingkapan urusan gaib, yang mayoritasnya adalah ghuluw (sikap ekstrim). Padahal beliau adalah seorang yang shalih dan wara’. Beliau menulis kitab Al Ghunyah dan Futuh Al Ghaib. Dalam kedua kitab ini terdapat perkara-perkara yang baik, namun beliau kadang membawakan hadits-hadits yang lemah, bahkan palsu. Akan tetapi secara global, beliau merupakan seorang figur di kalangan pemimpin para masyayikh.”

PRIBADI NAN PENUH KESABARAN

Terlepas dari berbagai karamah dengan berbagai versi yang disebutkan dari Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, sesungguhnya ada sebuah suri tauladan yang baik pada diri beliau bagi segenap kaum muslimin. Yaitu kesabaran beliau yang sangat menakjubkan dalam menghadapi cobaan dan ujian duniawi.

Para pembaca yang budiman, ketahuilah bahwa tidak ada seorang pun yang bisa selamat dari berbagai penderitaan jiwa maupun fisik, kerugian harta benda, maupun kehilangan orang-orang yang dicintai. Yang demikian ini pasti akan menimpa siapa pun. Baik orang shalih maupun orang bejat, bahkan para nabi sekali pun.

Allah menegaskan hal ini dalam firman-Nya:

"Dan sunggu akan Kami memberikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang- orang yang sabar (Q.S Albaqarah:155).

Dalam kitab Dzailu Thabaqatil Hanabilah, Ibnu Rajab menyebutkan sebuah peristiwa yang pernah dialami oleh Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani di kota Baghdad. Beliau berkata, “Aku mengambil selada dan sisa-sisa sayuran dari tepi sungai. Kesempitan hidup semakin memuncak karena melambungnya harga barang di Baghdad. Hal ini membuatku tidak makan selama beberapa hari. Bahkan aku terpaksa harus memungut sisa-sisa makanan yang terbuang untuk dimakan.

Suatu hari aku keluar dari rumah menuju tepi sungai karena terdorong oleh rasa lapar yang sangat hebat. Barangkali aku bisa menemukan daun, sayuran, atau yang lainnya untuk dimakan. Namun, tidaklah aku mendatangi suatu tempat, kecuali pasti telah ada orang lain yang mendahuluiku. Jika aku mendapatkannya, ternyata aku menyaksikan orang-orang miskin saling berdesak-desakan untuk memperebutkannya.

Maka aku pun membiarkannya dalam keadaan aku menyukai makanan tersebut. Aku pun pulang dengan berjalan di tengah kota, dan tidaklah aku menemukan sisa makanan yang terbuang, melainkan pasti ada yang telah mendahuluiku untuk mengambilnya. Akhirnya aku sampai di masjid Yasin yang terletak di sebuah pasar kota Baghdad. Aku benar-benar sangat lemah dan tidak mampu lagi bertahan. Aku pun masuk ke dalam masjid itu, lalu duduk di salah satu sudut masjid. Hampir saja kematian menjemputku waktu itu.

Dalam kondisi seperti itu, tibatiba masuklah seorang pemuda ajam (non arab) dengan membawa roti dan daging panggang. Kemudian ia duduk dan memakannya. Setiap kali ia mengangkat tangan untuk menyuapkan makanan ke mulutnya, mulutku ikut terbuka karena begitu beratnya kelaparan yang kurasakan. Sampai-sampai aku mengingkari hal ini terjadi dalam diriku. Aku berkata, ’Apa-apaan ini.’ Aku berkata, ’Tidak lah ada kecuali Allah atau kematian yang telah ditetapkan oleh-Nya.’ Tiba- tiba pemuda tersebut menoleh ke arahku dan melihatku lalu berkata, "Bismillah, makanlah wahai saudaraku." Namun aku menolaknya. Maka pemuda itu bersumpah supaya aku memakannya. Jiwaku ini ingin segera mengiyakan permintaan itu, namun diriku tidak menurutinya.

Pemuda tersebut kembali bersumpah dan akhirnya aku memenuhi keinginannya, maka aku pun memakannya. Pemuda itu bertanya kepadaku, "Apa kesibukanmu? Dari mana asalmu? Dan namamu siapa?" Aku pun menjawab, "Aku adalah orang yang sedang belajar fiqih. Asalku dari Jailan."

Ia berkata, "Saya juga berasal dari Jailan. Apakah engkau mengenal seorang pemuda asal Jailan yang bernama Abdul Qadir, dia adalah cucu Abu Abdillah Ash Shauma’i Az- Zahi?" Aku pun menjawab, "Aku lah orangnya." Seketika itu pemuda tersebut bergetar dan berubah raut wajahnya. Ia berkata, "Demi Allah aku sampai ke Baghdad, dengan sisa bekal yang tinggal sedikit. Aku selalu bertanya tentang dirimu, namun tidak seorang pun yang menunjukkanku kepadamu. Akhirnya bekalku habis. Sehingga selama tiga malam aku tidak memiliki uang untuk membeli makanan selain uangmu yang ada pada diriku.

Bangkai telah halal bagiku (karena keadaan darurat). Aku pun mengambil barang titipan untukmu yang berupa roti dan daging panggang. Makanlah dengan tenang karena makanan ini milikmu. Sekarang aku adalah tamumu, setelah sebelumnya engkau menjadi tamuku." Aku pun bertanya kepadanya, "Kenapa bisa seperti itu?" Ia pun bercerita, "Ibumu telah menitipkan kepadaku uang delapan dinar untukmu. Lalu aku membeli makanan dengan uang itu karena terpaksa. Sekarang aku meminta maaf kepadamu."

 Maka aku menyuruhnya diam dan menentramkan jiwanya. Kemudian aku memberinya sisa makanan dan sedikit uang sebagai bekal. Maka ia pun menerimanya dan pergi.” Demikianlah para pembaca yang budiman, sepenggal kisah tentang kesabaran Syaikh Abdul Qadir Al Jailani. Seorang yang mengaku mencintai Syaikh Abdul Qadir, maka hendaknya ia berusaha untuk meneladaninya.

Bagaimana semangat dan kesabaran beliau dalam menuntut ilmu, perjuangan beliau dalam mendakwahkan ilmu agama, akidah beliau, dan sifat-sifat terpuji yang lainnya. Bukan diwujudkan dengan sekedar menyebut-nyebut namanya dalam majlis dzikir atau doa. Apalagi dengan menjadikan beliau sebagai wasilah dalam berdoa kepada Allah. Ini adalah perbuatan bid’ah yang terlarang dalam syariat Islam, yang mengantarkan kepada kesyirikan. Wallahu a’lam.

Baca juga BIOGRAFI IMAM SYAFI'I

Sumber: www.happyislam.com
Sumber Majalah Qudwah Edisi 2

Share:

Rabu, 27 Juli 2016

25 KATA-MUTIARA ISLAMI


1. betapa ironisnya saat agama hanya menjadi opsi alternatif untuk keluar dari problema kehidupan dan bukan menjadikannya satu-satunya pilihan!

2. Ya Allah, bantulah aku untuk selalu ingat, bersyukur dan baik dalam beribadah kepadaMu.

3. Sesunguhnya telah ditakar kadar kehidupanmu dan sekaligus diberikan petunjuk untuk memanfaatkannya.

4. Mustahil jika saudara mengaku mengenal Allah SWT namun hidup selalu dalam kesedihan dan kekhawatiran.

5. Kematian adalah muara bertemunya Sang Maha Kasih dengan para kekasihNya, maka siapapun yg mengimani Allah SWT tak perlu takut dijemput sang maut.

6. telah diciptakanNYA milyaran wajah manusia dan tak ada satupun yg sama, karena Dia ingin menegaskan padamu, bahwa Dia mutlak amat berkuasa dan tak sama dengan apapun dan siapapun!

7. wahai manusia: Genggam duniamu, akhirat meninggalkanmu. Genggam akhiratmu, dunia niscaya datang padamu 8. betapa “SUBHANALLAH” adalah rangkuman kata paling singkat dari jutaan kata utk memuji namaNya.

9. Sesungguhnya dgn kesalahan maka manusia semakin menyadari kehambaan dirinya di depan kuasa Allah.

10. Begitu banyak ayat-ayatNya yg menjanjikan surga, namun tak sedikit manusia yg justru menolak karena hanya mencukupkan dgn nikmat dunia.

11. Anugerah kesempatan untuk bertemu manusia-manusia hebat adalah cara Allah merintismu menjadi hebat bukan sekedar pertemuan belaka.

12. ironi manusia modern adalah Sibuknya urusan dunia, sering membuat manusia tak peduli lagi urusan pertemuan dengan Allah.

13. Ada hadiah besar tak ternilai dari Allah yg jarang dirawat dan bahkan dilupakan, yaitu iman Islam sejak kita lahir.

14. Sungguh, ZINAH memiliki daya magnitude yg amat sangat tinggi. tak heran untuk sekedar mendekati pun, Allah sudah melarangnya!

15. Al-Qur’an adalah buku panduanya,ilmu pengetahuan adalah alatnya, menyembah Allah adalah tujuan akhirnya.

16. Kesungguhan melaksanakan dan mengamalkan esensi al-Quran dan hadist tentu lebih berat daripada sekedar menghafalnya.

17. Semakin merasa dirimu bersih, maka semakin lelah kau menutup aib-aibmu 18. Sebisa mungkin tutuplah aib orang lain,dengan begitu aibmu pun akn semakin ditutupiNya.

19. Untuk mengukur harga dirimu dihadapan Allah, maka ukurlah berapa harga agama Allah dlm kehidupanmu.

20. sebodoh bodoh manusia modern adalah sibuk mengurus naik turun saham, naik turun harga, namun lalai mengurus naik turun harga dirinya dihadapan Allah.

21. Panjatan doa adalah wujud kebutuhanmu untuk menghadirkan Tuhan dlm usahamu. Kesombongan untuk tak berdoa adalah wujud kesiapanmu menyambut murkaNya!

22. tiga pilihan terbentang di hadapan manusia: Berarti didunia dan akhirat, berarti didunia dan tidak diakhirat atau tdk berarti didunia dan akhirat. yg manakah yg akan engkau ambil wahai saudaraku?

23. Siapapun yg tak memiliki rasa kasih sayang,maka jgn berharap disayangi. Maka segeralah merdekakan dirimu dari segala bentuk kebencian dan angkara murka.

24. Merasakan penderitaan umatnya, bukan sekedar tahu. Inilah Rasulullah. inilah contoh konkrit pemimpin sesungguhnya, pemimpin sejati!

25. Seringkali kita kagum dan terlena oleh buah pemikiran seseorang, namun acuh terhadap ahlakul karimah yg justru puncak dari buah pemikiran orang tersebut.

Share:

PERISTIWA" MENJELANG KELAHIRAN NABI MUHAMMAD S.A.W


NASAB NABI MUHAMMAD S.A.W

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah memilih Ismail dari anak-anak keturunan Ibrahim. Dan memilih Kinanah dari anak- anak keturunan Ismail. Lalu Allah memilih Quraisy dari anak-anak keturunan Kinanah. Kemudian memilih Hasyim dari anak-anak keturunan Quraisy. Dan memilihku dari anak keturunan Hasyim.” (HR. Muslim dan Ibnu Majah).

Sebagai umat Nabi Muhammad kita pun selayaknya mengenal nasab beliau. Berikut ini nasab lengkap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan (Ibnu Hisyam: Sirah an- Nabawiyah, 1:1) bin Ismail bin Ibrahim.

Tidak ada perselisihan di kalangan ahli sejarah bahwa Adnan adalah anak dari Nabi Ismail ‘alaihissalam . Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kalangan Arab Adnaniyah atau al- Arab al-Musta’rabah.

PERISTIWA KELQHIRAN NABI MUHAMMAD S.A.W

Peristiwa yang luar biasa ini diartikan sebagai Irhas. Irhas adalah suatu kejadian yang sangat luar biasa bagi manusia normal dan hanya terjadi kepada seorang nabi.

Sehubungan dengan hal itu, masih banyak masyarakat muslim yang sebetulnya tidak mengetahui kejadian di balik kelahiran Beliau. Hal ini dikarenakan masih banyak lagi rahasia-rahasia yang belum terungkapkan.

Sebelum Sayyid Abdullah menikah dengan Siti Aminah, terpancarlah cahaya yang bersinar-binar dari raup wajahnya kerana di dalam sulbinya membaca Sang Cahaya yang akan menerangi semesta alam kelak sehingga disukai oleh banyak wanita termasuk dari kalangan ahlil kita, sehinggalah beliau menikah dengan Siti Aminah. Cahaya tersebut pindah kepada Siti Aminah juga, apabila benih yang menanggung cahaya tadi berpindah ke jasad isterinya yang tercinta, sehingga seorang wanita ahli kitab menemui beliau dan mengatakan “Apabila Sayyid Abdullah membawa cahaya itu, Dia sangat mengidamkan untuk menjadi isterinya.

Akan tetapi jika cahaya itu tidak ada lagi maka niat tersebut telah terkubur bagaikan hilangnya sebuah cahaya dari wajah seorang ayah dari Nabi Muhammad tersebut. Pada saat Sayyid Abdullah mengadakan perjalanan ke Syria, telah terdetik di hati sang isteri bahwa suaminya tidak pernah akan kembali lagi.

PERISTIWA SEBELUM KELAHIRAN NABI MUHAMMAD S.A.W

Pada saat umur Rasulullah saw dua bulan berada di dalam kandungan ibunya, ketika itu pula ayahnya Abdullah wafat dan dimakamkan di kota Madinah Al Munawwarah. Begitu sangat sedihnya hati Siti Aminah saat mengenang nasib anaknya yang yatim ketika masih di dalam kandungan.

Sebetulnya masih banyak keajaiban- keajaiban yang terjadi sebelum lahiranya Nabi Muhammad, diantaranya sebagai berikut:

PINTU SURGA FIRDAUS TERBUKA

Pada saat Nur Muhammad masuk ke dalam rahim Siti Aminah, Allah mengutus malaikat agar membukakan pintu syurga Firdaus dan memberi kabar kepada semua penghuni yang ada di langit dan di bumi. Tanah-tanah disekitar wilayah tersebut yang kekeringan menjadi sangat subur, pepohonan kayu yang rimbun dan berbuah amar lebat. Begitu juga hewan-hewan yang hidup di darat, di laut serta burung-burung yang berkicau tatkala sibuk membincangkannya.

Angin yang bertiup dari Utara mengkhabarkan kepada angin selatan, timur dan angina barat bahwa akan muncul seorang Penghulu tujuh petala langit dan bumi, maka sembilan bulan yang akan datang Bumi akan gempar dengan berita bahwa akan lahirnya seorang insan yang istimewa.

WAJAH SITI AMINAH BERSINAR

Semasa Rasulullah berada di kandungan Siti Aminah, beliau sama sekali tidak merasa kesusahan sebagaimana yang banyak dialami oleh ibu-ibu hamil lainnya. Kehamilannya disadari setelah mendapatkan berita dari malaikat yang mendatanginya di saat beliau tidur. Malaikat berkata bahwa beliau telah mengandung seorang Nabi dan Penghulu seluruh umat manusia. Selain itu kehamilan Siti Aminah ditandai dengan haidnya terputus dan berpindahnya cahaya daripada wajah Abdullah ke wajahnya.

PASUKAN TENTARA GAJAH MUSNAH

Pasukan tentara bergajah yang disebut di dalam al- Quran surah al-Fil yang datang menyerang kota Mekah dipimpin panglima perang yang menunggang seekor gajah besar bernama Mahmudi, di saat mereka hampir tiba ke tempat tersebut, gajah-gajah tersebut berhenti dan mundur dengan izin Allah. Namun demikian, tiba-tiba segerombolan burung Ababil datang menyerang dan memusnahkan pasukan tersebut, sebagaimana yang telah disebut di dalam al-Quran.

PARA MALAIKAT TURUN KE BUMI

Siti Aminah turut bermimpi yang sangat menakjubkan. Beliau menadahkan tangannya ke langit dan melihat para malaikat turun dari langit. Ia diumpamakan sebagai kapas putih yang melayang-layang di angkasa, kemudian para malaikat itu berdiri di hadapannya. Ia berkata “Berita bahagia kepada saudara, wahai ibu dari seorang nabi, putera saudara telah menjadi penolong dan pembebas bagi manusia. Namakan dia dengan nama Ahmad .” Semasa lahirnya Nabi Muhammad, Siti Aminah ditemani oleh Siti Asiah dan Siti Maryam.

Dalam hal ini ia termasuk salah satu isyarat bahwa kedudukan Nabi Muhammad lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan Nabi Isa dan Musa. Keadaan semacam ini telah diterangkan dalam kitab Taurat dan Injil bahwa akan datang kepada kalian seorang nabi di akhir zaman.

DUNIA DISINARI CAHAYA YANG CERAH

Semasa baginda Muhammad dilahirkan, Ibunya menyaksikan nur atau cahaya yang keluar dari tubuh Muhammad. Sehingga cahaya tersebut menyinari Istana Busra di Syria. Ia terlihat bagaikan pelangi sehingga dari jauh-jauh kota tersebut dapat dilihat. Ada juga yang menyimpulkan bahwa cahaya tersebut datang dan menerangi di seluruh dunia. Hal ini dijelaskan oleh para sumber dari Arab yang paling awal dan mengatakan bahwa cahaya tersebut terpancar dari rahim Siti Aminah ketika baginda Muhammad dilahirkan.

Cahaya yang keluar sangat terang dari rumah Siti Aminah sehingga orang Arab datang berbondong- bondong menjenguk dan melihat ke dalam rumahnya. Bahkan ada juga di antara mereka yang mencoba membuka rumah tersebut kerana rasa ingin tahu yang kuat. Banyak sekali orang yang bertanya, “Apakah cahaya yang terang tersebut berasal dari rumah seorang yang hidup sederhana dan miskin?.” Wangi-wangian yang tak terhingga laksana bunga kasturi yang merasuk hidung kepada semua yang ada di tempat itu, sehingga bangkitlah suasana damai di sanubari mereka.

KEISTIMEWAAN LAHIRNYA NABI MUHAMMAD S.A.W

Siti Aminah ketika itu melihat baginda Muhammad dalam keadaan terbaring serta kedua tangannya mengangkat ke langit seperti halnya orang yang sedang memanjatkan doa. Kemudian ibunya melihat awan yang turun dan menyelimuti dirinya kemudian beliau mendengarkan sebuah seruan “Pimpinlah dia untuk mengelilingi bumi bagian Timur dan Barat, agar mereka mengetahu bahwa dialah yang akan menghapuskan segala macam perkara syirik” . Ada riwayat menyatakan bahwa baginda Muhammad diarak ke seluruh dunia untuk dipertunjukkan kesempurnaan kepada umum. Ada riwayat lain yang menyatakan bahwa Sayyidah Maryam dan Asiah ikut serta dalam menyambut lahirnya baginda Muhammad.

Semua malaikat memandangi baginda yang tidak berkelipan mata, sehingga baginda yang masih kecil bersendawa kemudian berkata; “Alhamdulillah,” dan segenap para malaikat mengatakan “Yarhamuk ALLAH ” sambil tersenyum. Seluruh alam semesta bertumpu mata kepada baginda Muhammad lantaran terpesona akan ketampanan dan cahaya yang sangat luar biasa daripada baginda Muhammad yang masih kecil. Setiap mata yang memandanginya merasa terkagum. Ummu Aiman yang berada di tempat itu merasa sangat takjub kemudian jatuh cinta dan tidak semena-mena beliau untuk menyusukan baginda Muhammad. Ummu Aiman seolah-olah terasuk dengan kecintaan itu dan malah baginda Muhammad yang masih bayi mempersilahkan anak Ummu Aiman untuk menyusu di sebelahnya.

Setelah itu awan tersebut menghilang daripada pandangan Siti Aminah. Sebagian riwayat mengatakan bahwa baginda Muhammad dilahirkan dalam keadaan menghadap ke arah langit sambil meletakkan kedua tangannya ke tanah sebagai tanda bahwa tingginya martabatnya dari seluruh makhluk. Ada juga yang menyatakan bahwa baginda Muhammad lahir dalam keadaan mata yang bercelak dan sudah dikhitankan.

Dikatakan juga bahwa ketika malam lahirnya baginda Muhammad, semua berhala yang ada di sekitarnya banyak mengalami kerusakan dan kehancuran. Ummu Aiman pun memanggil datuknya yang bernama Abdul Mutallib yang sedang melaksanakan tawaf di Kaabah. Belum sampai tujuh putarannya, Abdul Mutallib pun kembali kemudian melihat anak tersebut yang diletakkan di bawah belanga.

Ini kerana mengikuti adatnya penduduk Arab, tidak ada seorangpun yang boleh melihat anak yang baru dilahirkan kecuali setelah dilihat oleh bapknya terlebih dahulu, sebagai orang pertama melihat kelibat tubuhnya. Oleh kerananya bayi tersebut ditutupi dahulu dari pandangan khalayak ramai. Kerana bapak baginda Muhammad sudah wafat sebelum Ia lahir, maka kakeknya yang melihatnya terlebih dahulu.

Belum sempat Abdul Mutallib mengangkat belanga tersebut, Cahaya yang kuat terpancara dari Baginda Muhammad yang masih kecil, meletuplah belanga tadi dikeranakan tidak mampu menanggung cahaya yang sangat hebat tersebut. Maka alangkah terpesonanya Abdul Mutholib melihat cucunya yang begitu luar biasa sehingga terkagum, “Ini malaikat ataukah manusia “. Maka sayanglah datuknya kepada cucunya, kemudian di bawa ke BaituLLAH untuk menyempurnakan tawafnya yang terpotong tadi.

BERKAH" SAAT LAHIRNYA NABI MUHAMMAD S.A.W

Menurut riwayat dari Abdul Muthalib, ketika saya sedang berada di Ka’bah tiba-tiba saat itu pula berhala-berhala jatuh dari tempatnya dan bersujud kepada Allah. Kemudian saya mendengar suara yang berasal dari dinding Ka’bah seraya berkata, “telah lahir nabi pilihan Alloh yang akan membinasakan kaum kafir dan mensucikanku daripadanya berhala-berhala dan akan memerintahkan untuk menyembah kepada Yang Maha Mengetahui.”

Selain dari pada itu di tempat lain juga mengalami goncangan yaitu tepatnya di mahligai Kisra yang menyebabkan mahligai tersebut roboh, begitu pula keempat belas tiang serinya runtuh. Keadaan seperti ini merupakan di antara tanda -tanda runtuhnya kerajaan tersebut.

Namun, api di negara Parsi yang tidak pernah padam hampir selama seribu tahun telah padam dengan sendirinya. Api tersebut merupakan api yang disembah oleh kaum Majusi yang dianggapnya sebagai tuhan. Peristiwa itu sangat mengejutkan masyarakat Parsi.

Dalam waktu yang sama, saat malam kelahirannya baginda, Tasik Sava yang dianggap tempat suci tenggelam ke dalam tanah seusai baginda lahir, tembakan-tembakan bintang menjadi sangat kerap sebagai tanda bahwa pengetahuan syaitan dan jin mengenai perkara-perkara ghaib sudah saatnya tamat.

Berdasarkan peristiwa berikut jelaslah kelahiran baginda Muhammad memiliki keistimewaan tersendiri. Ini kerana baginda ialah khatamun nubuwwah atau sebagai penutup segala nabi. Perkara -perkara luar biasa semacam ini telah membuktikan kepada kita akan kemuliaan baginda di sisi Allah, sekaligus sebagai bukti kerasulannya.

Selain itu bukti -bukti tersebut juga dijelaskan di dalam kitab kitab terdahulu seperti kitab Taurat, Zabur dan Injil sebagai rasul yang terakhir. Alam maya bertambah subur, bumi yang kering kontang mula dipenuhi dengan pepohonan dalam waktu satu malam.

Pohon-pohon yang tidak berbuah serentak melanjutkan dahan-dahannya dan keluarlah buah- buahan dan pohon-pohon tersebut sehingga mudah untuk dipetik. Apabila dengan tidak semena-mena berbuah dengan sangat lebat pada saat kelahiran Nabi Muhammad. Hewan ternakan yang kurus, tidak berdaging dan bersusu Semuanya berubah menjadi gemuk dan susunya keluar terus menerus tanpa putus. Inilah alam maya yang terkesan dengan keberkatan Maulidur Rasul.

Abu Lahab, Paman Nabi membebaskan hamba perempuannya Thuwaibah untuk dijadikan ibu untuk menyusui Nabi Muhammad. Sebab itulah setiap hari senin di dalam neraka Abu Lahab diringankan sedikit hukumannya karena disebabkan kegembiraannya menyambut kelahiran Nabi Muhammad saw dan diujung kuku ibu jari tangannya keluar sedikit susu yang menjadi habuannya. Membebaskan Thuwaibah untuk menjadi ibu susu Nabi.

Akhirnya datang juga wanita-wanita dari Keluarga Sa’ad yang akan menyusukan ke Mekah. Mereka memang sengaja mencari bayi yang akan mereka susukan. Akan tetapi mereka menghindari anak-anak yang yatim, karena mereka mengharapkan upah yang lebih kerana kemiskinan mereka. Sedang dari anak-anak yatim sangat sedikit sekali yang dapat mereka harapkan. Oleh karena itu di antara mereka itu tak ada yang mau mendatangi baginda Muhammad. Salah seorang dari mereka yaitu Halimah bin Abi- Dhua’ib, ternyata sama sekali tidak mendapat bayi lain sebagai gantinya.

Halimah dan suaminya datang dengan menaiki unta yang cukup kurus. Setelah mereka hendak meninggalkan Mekah, Halimah memutuskan diri untuk mengambil baginda Muhammad. Dia bercerita, bahwa sejak diambilnya anak itu ia merasa mendapat berkah. Unta kurus yang dinaikinya tadi sihat dan gemuk serta merta. Halimah dan suami yang sudah ketinggalan dari rombongan Bani Sa’ad dengan pantasnya memotong barisan rombongan tersebut dengan tunggangan mereka yang sangat sehat, gemuk dan kuat tadi.

Sejak mengasuh Insan yang Mulia tersebut, Ternak kambingnya yang berbadan kurus semuanya berubah menjadi gemuk dan susunyapun bertambah serta merta. Tuhan telah memberkati semua yang ada padanya.

Selama dua tahun Muhammad tinggal di sahara kemudian disusukan oleh Halimah dan diasuh oleh Syaima’ atau puterinya. Udara sahara dan kehidupan pedalaman yang kasar menyebabkannya pertumbuhannya cepat menjadi besar dan menambah keindahan bentuk dan pertumbuhan badannya.
Share:

Kamis, 21 Juli 2016

PENGRTIAN TRI SATYA DAN DASA DARMA PRAMUKA



TRI SATYA

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh- sungguh :
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan pancasila.
2. Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
3. Menepati Dasa Dharma

Pengertiannya :

a. Tri Satya merupakan janj seorang Pramuka yang harus dtepat.

b. Pramuka berjanji dengan Tri Satya, dengan sepenuh kehormatannya dan ia selalu berusaha memenuhi janjinya itu demi kehormatannya semata.

c. Kewajiban kepada Tuhan, jelas ia harus memeluk suatu agama yang dinyakini. Segala ajarannya dilakukan dan segala larangannya dihindarkannya.

d. Kewajiban kepada negara, seorang Pramuka akan selalu berusaha menjunjung tinggi kehormatan dan kewibawaan negaranya (Indonesia) dengan jalan tunduk kepada undang-undang yang berlaku, menghormati benderanya, melaksanakan dasar negaranya menghayati lambang negaranya, mengakui pemerintahannya, dan menghayati lagu kebangsaannya.

e. Mengamalkan Pancasila, dengan jalan melaksanakan dan menjalankan tuntunan tingkah laku dalam ajaran P-4.

f. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat, sudah dijelaskan dalam uraian Dasa Darma. Sedang mempersiapkan diri untuk membangun masyarakat, seorang penggalang harus mencari ilmu di sekolah dan pengetahuan di masyarakat agar kelak setelah dewasa ia menjadi manusia yang berguna. Segala ketrampilan ia pelajari sebaik-baiknya untuk persiapannya dikemudian hari.

Pengertian Makna Dasa Dharma Pramuka untuk Siswa SD Siswa SMP Tingkatan Penggalang

Dasa Darma PRAMUKA Pramuka Itu :

1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

2. Cinta Alam dan kasih sayang sesama manusia

3. Patriot yang sopan dan ksatria

4. Patuh dan suka bermusyawarah

5. Rela menolong dan tabah

6. Rajin, terampil dan gembira

7. Hemat, cermat dan bersahaja

8. Disiplin, berani dan setia

9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya

10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan Pengertiannya :

a. Dasa Darma adalah ketentuan moral Pramuka atau watak Pramuka. Dasa Darma Pramuka itu berarti sepuluh tuntunan tingkah laku bagi Pramuka Indonesia yang berisi penjabaran Pancasila, agar para Pramuka dapat mengerti, menghayati, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

I. Takwa kepada Tuhan Yang maha Esa :

1) Bersikap cinta dan kasih sayang, setia, patuh, adil, jujur dan suci.
2) Melaksanakan ibadah menurut agamanya.
3) Memperingati hari-hari besar agama.
4) Menghormati orang yang beragama lain.
5) Mengikuti ceramah-ceramah keagamaan.
6) Menghormati orang tua.

II. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia :

1) Mencintai segala macam tumbuh-tumbuhan dan hewan. Mengenal berbagai jenisnya, sifat-sifatnya dan manfaatnya.
2) Tidak mementingkan diri sendiri.
3) Menghargai orang lain.
4) Mengaku saudara kepada Pramuka lain (sedunia).

III. Patriot yang sopan dan ksatria :

1) Menjadi putra tanah air yang siap berbakti dan Siaga membela ibu pertiwi.
2) Menghormati dan memahami lambang negara, bendera Sang Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
3) Memahami nilai-nilai luhur bangsa Indonesia (kekeluargaan, gotong royong, ramah tamah, dan religius).
4) Mengenal adat istiadat suku-suku bangsa di Indonesia.
5) Selalu membela yang lemah dan yang benar.
6) Membiasakan diri mengakui kesalahan dan membenarkan yang benar.
7) Hormat kepada orang tua, guru dan pemimpin.

IV. Patuh dan suka bermusyawarah :

1) Menepati janji.
2) Mematuhi peraturan.
3) Menghargai pendapat orang lain.
4) Merumuskan kesepakatan dengan memperhatikan kepentingan orang banyak.
5) Membiasakan bermusyawarah sebelum melakukan kegiatan.

V. Rela menolong dan tabah :

1) Cepat menolong kecelakaan tanpa diminta.
2) Memberi tempat di tempat umum kepada wanita dan orang tua.
3) Membiasakan diri mengatasi masalah-masalah.
4) Pantang mundur menghadapi kesulitan.

VI. Rajin, terampil dan gembira :

1) Membiasakan membaca buku-buku yang bermanfaat.
2) Membiasakan untuk menyusun dan menepati jadwal yang dibuat.
3) Bekerja menurut manfaat.
4) Tidak terlalu cepat menegur, mengkritik, dan menyalahkan.
5) Bergembira dalam setiap usaha.
6) Tidak menunda-nunda pekerjaan sampai besok.
7) Memilih jenis keahlian yang sesuai dengan bakat. Tidak cepat puas dalam menyelesaikan pekerjaan.
9) Tidak menolak segala tugas yang diberikan padanya.

VII. Hemat, cermat dan bersahaja :

1) Menggunakan waktu dengan tepat.
2) Tidak ceroboh.
3) Berpakaian sederhana tidak berlebih lebihan.
4) Menghemat listrik, air, uang sehingga tidak terbuang percuma.
5) Membiasakan untuk menabung.

VIII. Disiplin, berani, dan setia :

1) Berusaha untuk mengendalikan diri.
2) Mentaati peraturan.
3) Menjalani ajaran dan ibadah agama.
4) Belajar untuk menilai kenyataan, bukti, dan kebenaran informasi.
5) Patuh dengan pertimbangan dan kenyakinan.

IX. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya :

1) Segala yang diperintahkan, dilakukan dengan tanggung jawab penuh.

2) Berani bertanggung jawab atas sesuatu tindakan yang diambil dalam hal tugas yang tidak dapat atau sulit dikerjakan.

3) Tidak akan mengelakkan tanggung jawab dengan alasan yang dicari-cari.

4) Jujur terhadap diri sendiri dan orang lain terutama yang menyangkut uang, materi, dan lain-lain.

5) Apa yang dikatakan bukan suatu karangan yang dibuat-buat.

6) Dalam menerima tugas, pasti dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

7) Dalam kehidupannya sehari-hari, ia tidak akan berbuat sesuatu yang tidak baik, meskipun tidak ada orang yang tahu atau yang mengawasinya. Selalu menepati waktu yang telah ditentukan.

X. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan :

1) Selalu melihat dan memikirkan sesuatu pada segi baiknya atau hikmahnya dan tidak terlintas sama sekali pemikiran ke arah tidak baik.

2) Setiap apa yang telah dikatakan itu benar, jujur serta dapat dipercaya dengan tidak menyinggung perasaan orang lain.

3) Sebagai akibat dari pikiran dan perkataan yang suci, seorang Pramuka harus sanggup dan mampu berbuat yang baik dan benar untuk kepentingan negara, bangsa, agama dan keluarga.

4) Dengan selalu melakukan pikiran , perkataan, dan perbuatan yang suci akan menimbulkan pengertian dan kesadaran menurut siratan jiwa Pramuka.
Lebih banyak KLIK DISINI
Share:

OUTBOUND

Outbound adalah salah satu metode pembelajaran modern yang memanfaatkan keunggulan alam.

Para peserta yang mengikuti outbound tidak hanya dihadapkan pada tantangan intelegensia, tetapi juga fisik dan mental.
Share:

10 SOLAT YANG TIDAK AKAN DI TERIMA OLEH ALLAH SWT

Sholat akan tidak di terima Allah jika orang yang sholat tidak bisa menahan diri dari perbuatan mungkar serta keji, dengan kata lain telah sholat namun tetaplah lakukan perbuatan yg tidak baik.

Share:

Label

POPCASH