01. Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya
perumpamaan sahabat yang baik dan sahabat
yang buruk bagaikan pembawa misk (kasturi)
dan peniup api. Maka pembawa misk itu ada
kalanya memberi kepadamu atau engkau
memberi kepadanya atau engkau mendapat
bau harum daripadanya. Adapun peniup api
maka kalau tidak membakar pakaianmumaka
kau akan mendapatkan bau busuk
daripadanya.”
(Bukhari – Muslim)
02. Dari Ibnu Umar r.a. berkata: Rasulullah saw
bersabda,”Aku diperintah untuk memerangi
manusia sehingga mereka mengakui bahwa
tidak ada Tuhan yang patut disembah dengan
sesungguhnya kecuali Allah dan bahwa Nabi
Muhammad saw adalah utusan Allah,
menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat.
Maka apabila mereka telah mengerjakan
semua itu, berarti telah terjamin daripadaku
darah dan harta mereka kecuali karena
kewajiban Islam dan perhitungan mereka
terserah kepada Allah.”
(Bukhari – Muslim)
03. Dari Abu Sa’id al-Khudri r.a. berkata:
Rasulullah saw duduk di atas mimbar dan kami
duduk di sekitanya kemudian Nabi saw
bersabda, “Sesungguhnya di antara yang aku
khawatirkan sepeninggal aku nanti adalah
terbuka lebarnya atas kamu kemewahan dan
keindahan dunia.”
(Bukhari – Muslim)
04. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Lihatlah kepada orang yang
berada di bawahmu dan jangan melihat
kepada orang yang berada di atasmu karena
yang demikian itu lebih layak supaya kamu
tidak meremehkan nikmat Allah kepadamu.”
(Bukhari – Muslim)
05. Dari Hakim bin Hizam r.a. berkata:Rasulullah
saw bersabda, “Tangan yang di lebih baik dari
tangan yang di bawah dan dahulukan dalam
bersedekah kepada orang-orang yang
menjadi tanggunganmu. Sebaik-baiknya
sedekah adalah yang masih menyisakan
kekayaan. Barangsiapa memelihara
kehormatan dirinya, Allah akan memelihara
kehormatan dirinya dan barangsiapa
mencukupkan dengan kekayaan yang ada
maka Allah akan mencukupinya.”
(Bukhari – Muslim)
06. Dari Umar r.a. berkata: “Saat kami duduk
dekat Rasulullah saw di suatu hari maka tiba-
tiba tampaklah oleh kami seorang laki-laki
memakai pakaian sangat putih dan berambut
sangat hitam, tidak terlihat padanya bekas
(tanda-tanda) dalam perjalanan dan tidak
seorangpun diantara kami yang mengenalnya
maka duduklah ia dihadapan Nabi saw lalu
menyandarkan lututnya pada lutut Nabi saw
lalu meletakkan tangannya di atas paha Nabi
saw kemudian ia berkata, “Hai Muhammad,
beritahukanlah padaku tentang Islam!” Maka
jawab Rasulullah saw, “Islam yaitu engkau
bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan
sungguh Muhammad itu utusan Allah,
menegakkan sholat, mengeluarkan zakat,
berpuasa bulan Ramadhan dan mengerjakan
Hajji ke Baitullah (Mekkah) jika engkau
kuasa menjalaninya.” Berkata orang itu,
“Benar.” Kami heran, ia bertanya dan ia pula
yang membenarkannya. Maka bertanyalagi
orang itu, “Beritahukanlah padaku tentang
Iman.” Jawab Nabi saw, “Engkau beriman
kepada Allah dan Malaikat-Nya, kepada
Kitab-kitab-Nya, kepada Rasul-rasul-Nya,
kepada hari Qiamat dan beriman kepada
Qadar baik dan yang buruk.” Berkatalah
orang itu, “Benar.” Bertanya lagi orang itu,
“Maka beritahukanlah padaku tentang
Ihsan.” Jawab Nabi, “Engkau beribadah
(mengabdi) kepada Allah seakan-akan engkau
melihat kepada-Nya, sekalipun engkau tidak
dapat melihat-Nya maka sesungguhnya ia
melihat engkau.” Tanya orang itu lagi,
“Beritahukanlah aku tentang hari Qiamat.”
Jawab Nabi, “Orang yang ditanya tidak lebih
tahu dari si penanya.” Tanya orang itu lagi,
“Beritahukanlah aku tentang tanda-
tandanya.” Jawab Nabi, “Diantaranya jika
seorang hamba telah melahirkan majikannya
dan jika engkau melihat orang yang tadinya
miskin papa, berbaju compang-camping,
sebagai penggembala kambing sudah
berkemampuan, berlomba-lomba dalam
kemegahan bangunan.” Kemudian pergilah
orang tadi. Aku diam tenang sejenak
kemudian Nabi saw berkata, “Wahai Umar
tahukah engkau siapa yang bertanya tadi?”
Jawabku, “Allah dan Rasul-Nya lebih
mengetahui.” Nabi saw berkata, “Dia itu
Jibril datang kepada kalian mengajarkan
tentang agama kalian.”
(Muslim)
07. Dari Abi Abdirrahman Abdillah bin Mas’ud r.a.
berkata: Bersabda Rasulullah saw dan dialah
yang selalu benar dan dibenarkan,
“Sesungguhnya setiap kamu dikumpulkan
kejadiannya dalam rahim ibunya empat puluh
hari berupa nutfah. Kemudian menjadi
segumpal darah selama itu juga (empat puluh
hari), kemudian menjadi gumpalan seperti
sekerat daging selama itu juga, kemudian
diutus kepadanya Malaikat maka ia
meniupkan roh padanya dan ditetapkan empat
perkara, ditentukan rizkinya, ajalnya,
amalnya, ia celaka atau bahagia. Maka demi
Allah yang tiada Tuhan selain dari pada-Nya,
sungguh seorang di antara kamu ada yang
melakukan pekerjaan ahli syurga sehingga
tidak ada antara dia dan syurga itu kecuali
sehasta saja maka dahululah atasnya takdir
Allah, lalu ia lakukan pekerjaan ahli neraka
maka iapun masuk neraka.” Dan sungguh
salah seorang diantara kamu melakukan
pekerjaan ahli neraka sehingga tidak ada
antara dia dan neraka kecuali sehasta saja
maka dahululah ketentuan Allah atasnya, lalu
ia melakukan pekerjaan ahli syurga maka
iapun masuk ke dalam syurga.”
(Bukhari – Muslim)
08. Dari Ummil Mu’minin, ibunya Abdillah, Aisyah
r.a. berkata: “Telah bersabda Rasulullah
saw, “Barangsiapa yang mengada-adakan
sesuatu yang baru (bid’ah) dalam urusan
(agama) kami ini, yang tidak kami
perintahkan maka hal itu ditolak.”
(Bukhari – Muslim)
09. Dari Abi Abdillah An-Nu’man bin Basyir r.a.
berkata: Rasulullah saw bersabda, “Sungguh
sesuatu yang halal itu jelas dan yang haram
itu jelas, antara keduanya ada hal yang
samar-samar (syubhat) yang kebanyakan
manusia tidak tahu. Maka siapa yang menjaga
dirinya dari syubhat itu maka ia telah
membersihkan agama dan kehormatannya dan
siapa yang melakukan perkara syubhat itu
maka ia jatuh dalam perkara haram seperti
penggembala di sekeliling tanah larangan
(milik orang), lambat laun ia akan masuk ke
dalamnya. Ingatlah setiap raja ada
larangannya. Ingatlah bahwa larangan Allah
adalah apa-apa yang diharamkan-Nya.
Ingatlah bahwa dalam jasad itu ada sekerat
daging, jika ia baik, baiklah jasad seluruhnya
dan jika ia rusak maka rusaklah jasad
seluruhnya. Sepotong daging itu adalah
hati.”
(Bukhari – Muslim)
10. Dari Abi Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Daari
r.a. berkata: Nabi saw bersabda, “Agama itu
adalah nasehat.” Kami bertanya, “Untuk
siapa ya Rasulullah?” Rasulullah saw
bersabda, “Bagi Allah, Kitab-Nya, Rasul-
Nya, Imam-imam Muslimin dan bagi Muslimin
umumnya.”
(Muslim)
11. Dari Abi Hurairah Abdir-Rahman bin Shakhr
r.a. berkata: Aku telah mendengar Rasulullah
saw bersabda, “Apa-apa yang telah kami
larang untukmu maka jauhilah dan apa-apa
yang telah kami perintahkan kepadamu maka
kerjakanlah sebisamu. Celakanya orang-
orang sebelum kamu adalah karena banyak
pertanyaan dan perselisihan terhadap Nabi-
nabi mereka (tidak mau taat dan patuh).”
(Bukhari – Muslim)
12. Dari Abi Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi
Thalib cucu Rasulullah saw dan
kesayangannya berkata: Aku telah hafal
sabda dari Rasulullah saw, “Tinggalkanlah
apa-apa yang meragukan kamu, kerjakan
apa-apa yang tidak meragukan kamu.”
(Tirmidzi – Nasa’i)
13. Dari An-Nawas bin Sam’an r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda, “Kebaikan itu
adalah akhlak yang baik dan dosa adalah apa-
apa yang meragukan jiwamu dan engkau tidak
suka dilihat orang lain dalam melakukan hal
itu.”
(Muslim)
14. Dari Ibnu Abbas r.a. berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Sesungguhnya Allah telah
memaafkan – karenaku – dari ummatku amal-
amal yang khilaf, lupa dan yang dipaksakan
atas mereka.”
(Ibnu Majah – Baihaqi-dll)
15. Dari Abi Abbas Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi r.a.
berkata: Seorang laki-laki datang kepada
Nabi saw dan berkata, “Wahai Rasulullah!
Tunjukkilah aku pada suatu amal yang jika
aku kerjakan, aku dicintai Allah dan dicintai
manusia. Maka Rasulullah saw bersabda,
“Zuhudlah engkau akan dunia, pasti Allah
mencintai engkau. Zuhudlah engkau akan apa
yang ada pada manusia, pasti manusia
mencintai engkau.”
(Ibnu Majah-dll)
16. Dari Abi Tsa’labah Al-Khusyani Jurtsum bin
Nasyir r.a. berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah
mewajibkan beberapa kewajiban maka
janganlah kamu meninggalkannya dan telah
menentukan beberapa batas maka janganlah
kamu melampauinya dan telah mengharamkan
beberapa perkara maka janganlah kamu
melanggarnya dan Ia telah diam dari
beberapa perkara sebab rahmat bagimu bukan
karena lupa maka janganlah kamu
mempersoalkannya.”
(Ad-Daruquthni-dll)
17. Dari Abi Dzarr Al-Ghoffari r.a. dari Nabi saw
yang diriwayatkan dari Allah Azza wajalla:
Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala
telah berfirman, “Hai hamba-Ku!
Sesungguhnya Aku haramkan perilaku zhalim
atas diri-Ku dan Aku jadikan di antaramu
haram maka janganlah kamu saling
menzhalimi. Hai hamba-Ku! Kamu semua sesat
kecuali orang yang telah Kami beri petunjuk
maka hendaklah minta petunjuk kepada-Ku,
pasti Aku beri petunjuk. Hai hamba-Ku! Kamu
semuanya lapar kecuali yang telah Aku beri
makan, hendaklah kamu minta makan kepada-
Ku, pasti Aku memberi makan padamu. Hai
hamba-Ku! Kamu semua telanjang kecuali
yang telah Aku beri pakaian, hendaklah kamu
minta pakaian kepada-Ku, pasti Aku memberi
pakaian padamu. Hai hamba-Ku! Sungguh
kalian lakukan kesalahan siang dan malam dan
Aku mengampuni dosa-dosa itu semua maka
mintalah ampun kepada-Ku, pasti Aku akan
mengampuni kalian. Hai hamba-Ku! Sungguh
kalian tidak dapat membinasakan Akudan
kalian tidak dapat memberi manfaat kepada-
Ku. Hai hamba-Ku! Jika orang terdahulu dan
orang yang terakhir daripadamu, manusia dan
jin semuanya, mereka itu berhati taqwa
seperti paling taqwa diantaramu, hal itu
tidak akan menambah kerajaan-Ku sedikit
juga.Hai hamba-Ku! Jika yang pertama dan
terakhir daripadamu, manusia dan jin
seluruhnya, mereka berhati jahat seperti
paling jahat diantaramu, itu tidak akan
mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun. Hai
hamba-Ku! Jika orang terdahulu dan terakhir
diantaramu, manusia dan jin semuanya,
mereka berada di bumi yang satu, mereka
meminta kepada-Ku maka Aku berikan setiap
orang permintaannya, hal itu tidaklah
mengurangi apa yang ada pada-Ku, melainkan
seperti sebatang jarum dimasukkan ke laut.
Hai hamba-Ku Sungguh itu semua amal
perbuatanmu. Aku catat semuanya bagimu
sekalian kemudian Kami membalasnya. Maka
barangsiapa mendapat kebaikan hendaklah
bersyukur kepada Allah dan barangsiapa
mendapat selain itu maka janganlah ia
menyalahkan kecuali dirinya sendiri.”
(Muslim)
18. Dari Abi Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Sesungguhnya Allah itu baik,
tidak menerima sesuatu kecuali yang baik.
Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan
kepada orang-orang Mu’min dengan apa yang
telah diperintahkan kepada Rasul-rasul maka
Allah telah berfirman, “Hai Rasul-rasul!
Makanlah dari segala sesuatu yang baik dan
bekerjalah kamu dengan pekerjaan yang
baik.” Allah berfirman, “Hai orang-orang
yang beriman! Makanlah dari apa yang telah
Kami rizkikan padamu.” Kemudian beliau
menceritakan seorang lelaki yang telah jauh
perjalanannya, rambutnya kusut penuh debu.
Dia berkata: Wahai Rabbi, Wahai Rabbi
sedang makanannya haram, pakaiannya
haram dan kenyang dengan barang haram
maka bagaimana akan diterima do’anya?
(Muslim)
19. Dari Abi Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw berkata: Bahwa Allah berfirman,
“Barangsiapa memusuhi orang yang setia
pada-Ku, sesungguhnya Aku telah
menyatakan PERANG terhadapnya dan
tidaklah beramal seorang hamba-Ku yang
lebih Ku sukai seperti jika ia melakukan
kewajiban yang Ku perintahkan atasnya. Dan
selalu hamba-Ku bertaqarrub kepada-Ku
dengan sunnah hingga Aku mencintainya dan
jika Aku mencintainya, jadilah Aku sebagai
telinganya untuk mendengar dan sebagai
matanya untuk melihat dan sebagai
tangannya untuk berjuang dan sebagai
kakinya untuk berjalan dan jika ia minta
kepada-Ku pasti Aku memberinya dan jika ia
meminta perlindungan kepada-Ku pasti Aku
memberi perlindungan kepadanya.”
(Bukhari)
20. Dari Anas r.a. berkata: Rasulullah saw
bersabda: Allah Ta’ala berfirman, “Wahai
anak Adam! Selagi engkau meminta dan
berharap kepada-Ku, maka Aku akan
ampunkan segala dosa yang telah terlanjur
dan tidak Aku perdulikan lagi. Wahai anak
Adam! Walaupun dosamu sampai setinggi
langit kemudian meminta ampun kepada-Ku
niscaya Aku memberi ampun kepadamu. Wahai
anak Adam! Jika engkau datang kepada-Ku
dengan dosa sepenuh isi bumi tetapi engkau
tidak sekutukan sesuatu yang lain dengan-
Ku, niscaya Aku datang padamu dengan
ampunan sepenuh bumi pula.”
(Tirmidzi)
21. “Hai segenap manusia, sebarkanlah salam,
sedekahkanlah makanan dan sambunglah tali
persaudaraan (silahturrahmi) serta shalatlah
di kala manusia tidur di kegelapan malam,
niscaya kamu akan masuk surga dengan penuh
kesejahteraan.”
(Tirmidzi)
22. Dari Abu Hurairah berkata: Aku bertanya
kepada Rasulullah saw, bagaimana bangunan
surga itu? Beliau menjawab, “Terbuat dari
batu bata perak dan emas, sedang
perekatnya adalah kesturi yang sangat
wangi, bebatuannya dari mutiara dan
permata yaqut, sedang debunya adalah
za’faran (sejenis kunyit). Barangsiapa yang
memasukinya, ia akan senang, tidak pernah
susah dan akan kekal tidak pernah mati,
pakaiannya tidak pernah kumal dan masa
mudanya tidak pernah sirna.”
(Ahmad, Darami, Bazzaar, Ibnu Hibban dan
Tirmidzi)
23. Dari Abu Hurairah r.a. berkata Nabi saw
bersabda, “Barangsiapa memberi infaq
kepada dua orang isteri di jalan Allah maka ia
akan diseru di surga, ‘Hai Abdullah, ini adalah
suatu kebajikan.’ Jika ia termasuk orang
yang tekun shalat maka ia akan diseru dari
Pintu Shalat. Apabila ia ahlul jihad maka akan
diseru dari Pintu Jihad. Jika ia orang yang
suka bersedekah maka ia akan dipanggil dari
Pintu Sedekah. Begitu pula jika ia tergolong
orang yang rajin shaum maka akan diseru dari
Pintu Rayyaan.” Kemudian Abu Bakar r.a.
berkata, “Wahai Rasulullah, tidaklah
seseorang diseru dari pintu-pintu ini karena
darurat. Adakah seseorang yang dipanggil
dari seluruh pintu tersebut?” Rasulullah saw
menjawab, “Ya dan aku berharap engkau
salah satunya.”
(Muslim)
24. Dari Anas bin Malik r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Pada hari kiamat aku datang
mengetuk pintu surga. Kemudian penjaganya
(malaikat) bertanya, ‘Siapakah engkau?’
‘Muhammad’ jawabku. Lalu malaikat itu
berkata, “Aku dilarang oleh Allah untuk
membuka pintu surga ini kepada siapapun
sebelum engkau.’”
(Muslim)
25. Dari Abu Musa Al Asy’ari r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya
perumpamaanku dengan apa yang kubawa dari
Allah adalah laksana seorang lelaki yang
mendatangi suatu kaum. Laki-laki tersebut
berkata, ‘Aku melihat tentara dengan
mataku. Dan sesungguhnya aku adalah
pemberi peringatan yang berterus-terang.
Maka taatilah.’ Sekelompok kaum ada yang
menaatinya dan mereka pergi sehingga
mereka selamat. Sementara sekelompok yang
lain diam di tempatnya sehingga diserang
musuh dan hancur binasa. Kelompok yang
pertama seperti orang yang menaati aku,
sedangkan kelompok kedua seperti orang yang
tidak menaatiku.”
(Muslim)
26. “Barangsiapa yang mati tidak berperang dan
tidak terlintas di hatinya untuk ikut
berperang maka ia mati membawa sifat
kemunafikan.”
(Muslim)
27. Dari Usman bin ‘Affan r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seseorang
memasuki waktu shalat wajib kemudian ia
berwudhu’ dengan sempurna dan shalat
dengan khusyu’, sambil memelihara ruku’nya,
melainkan akan terhapus dosa-dosanya yang
telah lalu selama tidak melakukan dosa besar,
hal itu berlaku sepanjang masa.”
(Muslim)
28. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Ketika Allah menciptakan
makhluk, Ia menulis di buku (catatan)
sementara di sisi-Nya di atas ‘Arasy-Nya,
‘Rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.’”
(Muttafaq ‘Alaih)
29. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Sekiranya seorang mukmin
mengetahui siksaan Allah, niscaya tidak
seorang pun yang tamak terhadap surga-Nya.
Dan seandainya seorang kafir mengetahui
rahmat Allah, niscaya ia tidak putus asa dari
surga-Nya.”
(Muslim)
30. Dari Abu Barzah Al Aslamy r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda, “Seorang hamba
tidak bergeser dari tempatnya pada hari
kiamat sehingga ditanya empat hal; Pertama,
mengenai umurnya dihabiskan untuk apa;
Kedua, mengenai ilmunya digunakan untuk
apa; Ketiga, mengenai hartanya dipakai
untuk apa dan dari mana asalnya; Keempat,
mengenai tubuhnya yang sehat dimanfaatkan
untuk apa.”
(Tirmidzi. Menurut beliau, hadits ini hasan)
31. Dari Anas bin Malik r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Jika Allah menghendaki
kebaikan bagi seorang hamba maka Allah
menyegerakan siksaannya di dunia. Dan jika
Allah menghendaki keburukan bagi hamba-
Nya maka Ia menangguhkannya sampai pada
hari kiamat nanti.”
(Tirmidzi)
32. “Barangsiapa yang diinginkan oleh Allah
sebagai orang yang baik baik maka Ia
memberikannya pemahaman dalam agama.”
(Bukhari – Muslim dan Ibnu Majah)
33. “Sesungguhnya lelaki yang paling dibenci
Allah ialah yang paling sangat gigih dalam
permusuhan.”
(Bukhari – Muslim, Tirmidzi dan Nasai)
34. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Mukmin yang paling sempurna
imannya ialah yang paling baik akhlaknya dan
orang yang paling baik di antaramu ialah yang
paling baik terhadap keluarganya.”
(Bukhari – Muslim, Tirmidzi dan Nasai)
35. Dari Mu’adz bin Jabal r.a. berkata: “Aku
bertanya, “Wahai Rasulullah, ceritakanlah
kepadaku tentang satu amal yang
memasukkan aku ke surga dan menjauhkanku
dari neraka!” Rasulullah saw menjawab,
‘Engkau menanyakan kepadaku tentang
perkara besar yang sebenarnya mudah bagi
orang yang diberi kemudahan oleh Allah untuk
menjalankannya yaitu hendaklah engkau
beribadah kepada Allah tanpa menyekutukan-
Nya dengan sesuatu pun, mendirikan shalat,
membayar zakat, shaum di bulan Ramadhan
dan pergi haji ke Baitullah.’ Kemudian beliau
bersabda, ‘Tiadakah kau kuberitahu tentang
pintu-pintu kebaikan? Shaum itu adalah
perisai, sedekah memadamkan dosa atau
kesalahan seperti air membunuh api dan
shalat di tengah malam.’ Lalu Rasulullah saw
membaca ayat betikut: ‘Lambung mereka
renggang dari tempat tidurnya sedang
mereka berdoa kepada Rabb-nya dengan rasa
takut dan penuh harap serta menafkahkan
sebagian rezeki yang Kami berikan kepada
mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa
yang disembunyikan untuk mereka, yaitu
(bermacam-macam nikamat) yang sedap
dipandang mata sebagai balasan terhadap apa
yang telah mereka kerjakan.’ (As Sajdah
16-17). Lalu beliau bersabda, ‘Tidakkah kau
kuberitahukan tentang pokok segala perkara,
tiang dan puncaknya?’ Aku menjawab,
“Tentu, wahai Rasulullah!” Maka beliau
berkata, ‘Pokok segala perkara ialah Islam,
tiangnya ialah shalat, puncaknya adalah
jihad!’ ‘Tiadakah kau kuberitahu tentang
penopang semuanya itu?’ tanya beliau lagi.
“Ya,” jawabku. Maka Rasulullah memegang
lidahnya sambil bersabda, ‘Peliharalah ini!’
Kemudian aku bertanya, “Wahai Nabiyullah,
apakah kita akan disiksa karena
pembicaraann kita?” Maka Rasulullah saw
bersabda, ‘Hai … ibumu kehilanganmu!
Bukankah wajah (atau hidung) manusia
disungkurkan ke api neraka, lantaran dosa-
dosa dari tergelincirnya lidah-lidah
mereka?’”
(Tirmidzi. Menurut beliau, hadits ini hasan
shahih)
36. Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw
bersabda kepada Bilal, “Hai Bilal,
ceritakanlah kepadaku amal apa yang paling
banyak mengandung harapan yang telah kau
kerjakan dalam Islam. Aku mendengar suara
terompahmu di hadapanku di surga.” Bilal
menjawab, “Aku tidak mengerjakan amalan
yang istimewa, selain melakukan shalat setiap
usai wudhu di siang dan di malam hari. Suatu
shalat yang ditetapkan untuk aku lakukan.”
(Bukhari – Muslim)
37. Dari Abu Hurairah r.a. berkata, “Ketika kami
sedang bersama Rasulullah saw maka
tampillah Bilal untuk adzan.” Selesai Bilal
adzan, Rasulullah saw bersabda,
“Barangsiapa mengucapkan kalimat ini
dengan yakin, ia pasti masuk surga.”
(Bukhari – Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i
dan Ibnu Majah)
38. Dari Abu Said Al Khudri r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda, “Jika kalian
mendengar muadzin maka ikutilah apa yang
diucapkannya.”
(Bukhari – Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i
dan Ibnu Majah)
39. Dari Rabi’ah bin Ka’ab r.a. berkata, “Aku
pernah bermalam bersama Rasulullah saw.
Ketika aku membawakan air wudhu dan
kebutuhan lainnya, beliau bertanya,
‘Tiadakah engkau bertanya kepadaku?’ Maka
aku menjawab, ‘Aku meminta supaya aku
menjadi temanmu di surga.’ Beliau bertanya
lagi, ‘Tidak meminta yang lain?’ ‘Tidak,’
jawabku. Maka beliau bersabda,
‘Perbanyaklah sujud.’”
(Muslim)
40. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Amal manusia yang pertama
kali dihisab ialah shalat.” Allah berfirman
kepada malaikat – meskipun sebenarnya Dia
telah mengetahui — “Periksalah shalat
hamba-Ku, sempurnakah atau kurang?” Jika
sempurna maka tulislah sempurna. Bila
kurang, Allah berfirman, “Lihatlah shalat
sunnahnya, bagaimana?” Bila si hamba rajin
shalat sunnah saat di dunia maka Allah
berfirman, “Tambahkanlah shalat fardhunya
dengan shalat sunnahnya!” Kemudian
malaikat melakukannya.
(Abu Daud)
41. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Seorang laki-laki pernah
mengunjungi saudaranya di sebuah kampung.
Maka Allah mengutus malaikat untuk
memantaunya. Ketika ia lewat, malaikat
bertanya, ‘Mau kemana kau?’ Ia menjawab,
‘Aku akan mengunjungi saudaraku di kampung
ini.’ Malaikat bertanya, ‘Apakah karena ada
kenikmatan yang akan kamu peroleh darinya
(hasil bumi)?’ Ia menjawab, ‘Tidak, aku
hanya mencintainya karena Allah.’ Lalu
malaikat berkata, ‘Aku adalah utusan Allah
untuk menyatakan kepadamu bahwa Allah
mencintaimu sebagaimana kau telah
mencintaimu saudaramu karena Dia.’”
(Muslim)
42. Dari Anas r.a. berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Tidaklah seseorang masuk surga
ingin kembali ke dunia dan dia tidak
mempunyai sesuatu pun di dunia kecuali orang
yang syahid. Ia mengharap dapat kembali ke
dunia untuk berperang dan terbunuh sampai
sepuluh kali karena kemuliaan yang ia
peroleh.”
(Bukhari – Muslim dan Tirmidzi)
43. Dari Ubadah bin Shamit r.a. beerkata:
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa
bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah, Maha
Tunggal Ia, tidak ada sekutu bagi-Nya,
bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-
Nya, Isa adalah hamba dan Rasul-Nya,
sedang surga itu hak dan neraka itu hak maka
Allah memasukkan ia ke surga sesuai dengan
amalnya di dunia.” Ubadah menambahkan,
“Masuk surga dari pintunya yang delapan
sekehendaknya.”
(Bukhari – Muslim. Lafazhnya dari Bukhari)
44. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Seorang laki-
laki bertanya kepada Rasulullah saw, “Ya
Rasulullah, kami berlayar di laut dan kami
hanya membawa air sedikit, jika kami
memakai air itu untuk berwudhu’ maka kami
akan kehausan; bolehkah kami berwudhu’
dengan air laut?” Rasulullah saw menjawab,
“Air laut itu suci lagi menyucikan, bangkainya
halal dimakan.”
(Riwayat lima ahli hadits, menurut Tirmidzi,
hadits ini shahih)
45. Rasulullah saw bersabda, “Cara mencuci
bejana seorang dari kamu, apabila dijilat
anjing, hendaklah dibasuh tujuh kali, salah
satunya hendaklah dicampur dengan tanah.”
(Muslim)
46. Rasulullah saw bersabda, “Tiap-tiap
pekerjaan penting yang tidak dimulai dengan
bismillah maka pekerjaan itu kurang berkah.”
(Abu Daud)
47. Dari ‘Aisyah r.a. berkata: Rasulullah saw
suka mendahulukan anggota kanan ketika
memakai sandal, bersisir, bersuci dan dalam
segala halnya.”
(Bukhari – Muslim)
48. Dari Busrah binti Shafwan, sesungguhnya
Nabi saw berkata, “Laki-laki yang menyentuh
zakarnya (kemaluannya) janganlah shalat
sebelum ia berwudhu.”
(Riwayat lima ahli hadits, menurut Bukhari
hadits ini paling sah dalam hal ini)
49. Rasulullah saw berkata kepada Fathimah binti
Abi Hubaisy, “Apabila datang haidh itu,
hendaklah engkau tinggalkan shalat dan
apabila habis haidh itu, hendaklah engkau
mandi dan shalat.”
(Bukhari)
50. Dari ‘Atha bin Yasar, dari Abu Sa’id Al-Khudri
berkata: Ada dua orang laki-laki dalam
perjalanan, lalu datang waktu shalat
sedangkan air tidak ada, lantas keduanya
bertayammum dengan debu yang suci dan
shalat, kemudian keduanya memperoleh air
dan waktu shalat masih ada. Seorang
diantara keduanya lantas berwudhu’ dan
mengulang shalatnya dan yang lain tidak.
Kemudian keduanya datang kepada Rasulullah
saw dan diterangkannyalah kejadian itu
kepada Rasulullah saw. Beliau lalu berkata
kepada orang yang tidak mengulang shalat,
Benar engkau dan shalatmu sah” dan kepada
orang yang mengulang shalat dengan
berwudhu’ beliau berkata, “Bagimu
ganjarannya dua kali lipat.”
(Nasa’i dan Abu Daud)
51. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa
memberi makanan bagi orang yang puasa,
maka ia mendapat ganjaran sebanyak
ganjaran orang yang puasa itu, tidak kurang
sedikit pun.”
(Tirmidzi)
52. Dari Anas: Ditanyakan orang kepada
Rasulullah saw, “Apakah sedekah yang lebih
baik?” Rasulullah saw menjawab, “Sedekah
yang paling baik ialah sedekah pada bulan
Ramadhan.”
(Tirmidzi)
53. Dari Abu Ayyub: Rasulullah saw berkata,
“Barangsiapa puasa dalam bulan Ramadhan,
kemudian ia puasa enam hari dalam bulan
Syawal adalah seperti puasa sepanjang
masa.”
(Muslim)
54. Dari Abu Hurairah: Rasulullah saw telah
berkata dalam pidato beliau, “Hai manusia!
Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas
kamu mengerjakan ibadat haji maka
hendaklah kamu kerjakan.” Seorang sahabat
bertanya, “Apakah setiap tahun, ya
Rasulullah?” Beliau diam tidak menjawab dan
yang bertanya itu mendesak sampai tiga kali.
Kemudian Rasulullah saw berkata, “Kalau
saya menjawab ‘ya’, sudah tentu menjadi
wajib setiap tahun, sedangkan kamu tidak
akan kuasa mengerjakannya, biarkanlah apa
yang saya tinggalkan (artinya jangan ditanya
karena boleh jadi jawabannya
memberatkanmu).”
(Ahmad, Muslim dan Nasa’i)
55. Dari Ibnu ‘Abbas: Nabi saw telah berkata,
“Hendaklah kamu bersegera mengerjakan
haji maka sesungguhnya seseorang tidak
akan menyadari suatu halangan yang akan
merintanginya.”
(Ahmad)
56. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya
segala amal ibadat hanya sah dengan niat.”
(Bukhari)
57. Dari Ibnu ‘Umar: Nabi saw bersabda, “Tidak
boleh bagi perempuan yang ihram memakai
tutup kepala dan tidak boleh memakai sarung
tangan.”
(Bukhari dan Ahmad)
58. Dari Abu Hurairah: Bahwasanya Rasulullah
saw pernah melewati suatu onggokan
makanan yang akan dijual, lantas beliau
memasukkan tangan beliau ke dalam onggokan
itu, tiba-tiba jari beliau di dalamnya meraba
yang basah. Beliau keluarkan jari beliau yang
basah itu dan berkata, “Mengapakah ini?”
Jawab yang mempunyai makanan, “Basah
karena hujan ya Rasulullah.”Beliau
bersabda, “Mengapa tidak engkau taruh di
sebelah atas supaya dapat dilihat orang?
Barangsiapa yang mengecoh maka ia bukan
umatku.”
(Muslim)
59. Dari Ibnu Mas’ud: Sesungguhnya Rasulullah
saw bersabda, “Seorang muslim yang
mempiutangi seorang muslim dua kali, seolah-
olah ia telah bersedekah kepadanya satu
kali.”
(Ibnu Majah)
60. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Ada tujuh golongan yang
bakal dinaungi Allah di bawah naungan-Nya,
pada hari yang ketika itu tidak ada naungan
kecuali naungan-Nya yaitu Pemimpin yang
adil; Pemuda yang rajin beribadat kepada
Allah; Orang yang hatinya senantiasa terpaut
kepada masjid; Dua orang yang berkasih
sayang karena Allah, baik di waktu berkumpul
maupun berpisah; Seorang lelaki yang diajak
berbuat serong oleh wanita bangsawan yang
cantik kemudian ia menolak dan berkata,
‘Saya takut kepada Allah’; Orang yang
bersedekah dengan diam-diam; Orang yang
senantiasa berdzikir (ingat) kepada Allah
ketika sendirian kemudian mencucurkan air
mata.”
(Bukhari – Muslim)
61. Dari Usamah bin Zaid r.a. berkata: Rasulullah
saw mengutus kami ke Huraqah pada suku
Juhainah maka ketika kami sampai disana,
pagi-pagi kami menyerbu. Tiba-tiba aku dan
seorang Anshar bertemu dengan seorang dari
mereka. Maka ketika kami telah
mengepungnya, ia berkata, “LAA ILAAHA
ILLALLAAH.” Maka sahabatku orang Anshar
itu menyuruh aku menghentikan (tidak
membunuhnya) tetapi aku terus saja menikam
dengan tombakku sehingga matilah dia. Dan
ketika kami telah kembali ke Madinah, berita
itu telah sampai kepada Rasulullah saw maka
beliau bertanya, “Hai Usamah, apakah engkau
bunuh dia setelah ia mengucapkan ‘LAA
ILAAHA ILLALLAAH’?” Jawabku, “Ya
Rasulullah, ia hanya akan menyelamatkan
diri.” Rasulullah saw bertanya, “Apakah
engkau bunuh dia setelah ia mengucapkan
‘LAA ILAAHA ILLALLAAH’?” Maka Rasulullah
saw mengulang-ulang kalimat itu, sehingga
aku ingin andaikan aku baru masuk Islam pada
hari itu.
(Bukhari – Muslim)
62. Dalam riwayat lain: Rasulullah saw bertanya,
“Apakah sesudah ia mengucapkan ‘LAA
ILAAHA ILLALLAAH’ masih juga engkau
membunuhnya?” Jawabku, “Ya Rasulullah, ia
berkata begitu mungkin hanya karena takut
kepada senjataku.” Nabi saw bersabda,
“Apakah sudah engkau belah dadanya
sehingga engkau mengetahui dengan jelas,
apakah ia berkata karena takut atau tidak.”
Maka Rasulullah saw masih saja mengulang-
ulang kalimat itu,sehingga aku ingin kiranya
aku baru masuk Islam pada hari itu.
63. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw
bersabda, “Dapat dipastikan atas manusia
bagiannya dari zina yang pasti mengenainya
tanpa dapat dielakkan lagi. Dua mata zinanya
adalah pandangan mata; Dua telinga zinanya
adalah mendengarkan; Lidah zinanya adalah
perkataan; Tangan zinanya adalah
menampar; Kaki zinanya adalah melangkah;
Hati zinanya adalah menyukai dan
mengharapkan. Semua perzinaan itu,
kemaluanlah yang membenarkan atau
mendustakannya.”
(Bukhari – Muslim)
64. Umar bin al-Khaththab r.a. berkata: Saya
memberikan kuda kepada seseorang dalam
jihad fi sabilillah maka kuda itu disia-siakan
oleh orang yang saya beri itu. Lalu saya
bermaksud membelinya kembali dengan
sangkaan bahwa ia akan menjualnya dengan
harga murah. Maka saya bertanya kepada
Nabi saw. Dijawab, “Jangan engkau membeli
dan jangan engkau menarik kembali
sedekahmu, meskipun ia memberikan
kepadamu dengan harga satu dirham. Karena
orang yang menarik kembali sedekahnya
bagaikan orang yang menelan kembali
muntahnya.”
(Bukhari – Muslim)
65. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Jauhilah olehmu buruk sangka
karena buruk sangka sedusta-dusta berita.”
(Bukhari – Muslim)
66. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Janganlah kamu menawar barang
hanya untuk menjerumuskan orang lain.”
(Bukhari – Muslim)
67. Abu Ayyub r.a. berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Tidak dihalalkan bagi seorang
Muslim memboikot (memusuhi) saudaranya
sesama Muslim lebih dari tiga hari. Keduanya
berpapasan lalu yang satu berpaling dan yang
lain berpaling.Dan sebaik-baik keduanya
ialah yang lebih dahulu memberi salam.”
(Bukhari – Muslim) .
68. Abu Sa’id (Tsabit) bin adh-Dhahhak al-
Anshari r.a. berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Barangsiapa bersumpah dengan
sesuatu agama selain Islam, padahal ia
sengaja berdusta maka ia tercatat
sebagaimana yang dikatakannya itu. Dan
barangsiapa membunuh dirinya dengan
sesuatu (alat) maka ia akan disiksa dengan
alat itu pula pada hari kiamat. Dan tidak
wajib atas seseorang melaksanakan nadzar
terhadap apa yang tidak dimilikinya. Dan
melaknat seorang Mu’min sama artinya
dengan membunuhnya.”
(Bukhari – Muslim) Maksud hadits ini ialah
apabila seseorang berkata, “Demi Allah, jika
saya berdusta maka saya kafir,” padahal ia
sengaja berdusta maka Allah akan
mencatatnya seperti apa yang dikatakannya
itu.
69. Anas r.a. berkata: Suatu hari Rasulullah saw
berkhutbah. Belum pernah aku mendengar
Rasulullah saw berkhutbah seperti itu. Maka
diantaranya Rasulullah saw bersabda,
“Andaikan kamu mengetahui apa yang aku
ketahui, niscaya kamu sedikit tertawa dan
banyak menangis.” Seketika itu aku melihat
sahabat-sahabat Nabi saw menutup mukanya
masing-masing sambil menangis terisak-isak.
(Bukhari – Muslim)
Dalam riwayat lain: Ketika Rasulullah saw
mendengar suatu hal mengenai sahabat-
sahabatnya maka Rasulullah saw segera
berkhutbah memberi nasehat. Dalam khutbah
itu Rasulullah saw bersabda, “Telah
diperlihatkan kepadaku surga dan neraka,
hingga aku merasa belum pernah melihat
seperti hari ini tentang kebaikan dan
kejahatan. Andaikan kamu mengetahui apa
yang aku ketahui, pasti kamu akan sedikit
tertawa dan banyak menangis. Maka tidak
pernah terjadi pada masa sahabat-sahabat
Nabi saw sebagaimana hari itu, mereka
menutup muka sambil terisak-isak.
70. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Akan berpeluh manusia di hari
kiamat hingga mengalir peluh mereka sampai
tujuh puluh hasta dan tenggelam mereka
dalam peluhnya sendiri hingga ke mulut dan
telinga mereka.”
(Bukhari – Muslim)
71. Dari Adiy bin Hatim r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Tiadalah seseorang dari kamu
melainkan akan berhadapan dan ditanya oleh
Tuhan tanpa ada antaranya dengan Tuhan
seorang juru bahasa. Maka ia melihat ke
sebelah kanannya tiada sesuatu pun kecuali
amal perbuatannya yang baik-baik dan ia
melihat ke sebelah kiri juga tidak melihat
sesuatu pun kecuali amal perbuatannya yang
buruk dan ia melihat ke depannya maka tidak
terlihat kecuali api yang di hadapannya. Maka
jagalah dirimu dari api neraka walau dengan
bersedekah separuh biji kurma.”
(Bukhari – Muslim)
72. ‘Aisyah r.a. berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Manusia akan dihimpun pada hari
kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki,
telanjang dan masih kulup (belum
berkhitan).” ‘Aisyah bertanya, “Ya
Rasulullah, apakah lelaki dan perempuan akan
berkumpul dan masing-masing akan melihat
kepada yang lainnya?” Nabi saw menjawab,
“‘Aisyah, suasana pada hari itu jauh lebih
berat dari sekadar sebagiannya mereka
memperhatikan sebagian yang lain.”
(Bukhari – Muslim)
73. Mu’adz bin Jabal r.a. berkata: Ketika aku
membonceng dibelakang Rasulullah saw di atas
himar, tiba-tiba beliau bertanya, “Hai
Mu’adz, tahukah engkau, apakah hak Allah
yang diwajibkan atas hamba? Dan apakah hak
hamba yang akan diberikan oleh Allah?”
Jawab Mu’adz, “Allah dan Rasul-Nya lebih
mengetahui.” Maka Nabi saw bersabda, “Hak
Allah yang diwajibkan atas hamba adalah
menyembah kepada-Nya dan tidak
menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan
hak hamba yang akan diberikan Allah adalah
tidak akan menyiksa orang yang tidak
menyekutukan-Nya.” Saya bertanya,
“Bolehkah aku kabarkan yang demikian itu
kepada orang banyak?” Jawab Nabi saw,
“Jangan, nanti mereka tidak mau berusaha.”
74. Ibnu Mas’ud r.a. berkata: Kami bersama
Rasulullah saw dalam qubah, kurang lebih
empat puluh orang maka Nabi saw bersabda,
“Sukakah kamu jika kamu menjadi
seperempat dari ahli surga?” Jawab kami,
“Ya.” Bersabda Nabi saw, “Demi Allah yang
jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, aku
mengharap semoga kamu menjadi separuh
dari penduduk surga. Yang demikian itu
karena surga itu tidak dimasuki kecuali oleh
orang Muslim, sedangkan kamu di tengah-
tengah ahli syirik bagaikan rambut putih di
badan lembu hitam atau rambut hitam di kulit
lembu merah.”
(Bukhari – Muslim)
75. Dari ‘Amr bin ‘Auf r.a. berkata: Rasulullah
mengutus Abu ‘Ubaidah bin al-Jarrah r.a. ke
Bahrain untuk menagih pajak penduduk.
Kemudian ia kembali dari Bahrain dengan
membawa harta yang sangat banyak dan
kedatangan kembali Abu ‘Ubaidah itu
terdengar oleh sahabat Anshar maka mereka
pun shalat Shubuh bersama Rasulullah saw.
Kemudian setelah selesai shalat mereka
menghadap Rasulullah saw maka beliau
tersenyum melihat mereka kemudian
bersabda, “Mungkin kamu telah mendengar
kedatangan Abu ‘Ubaidah yang membawa
harta banyak?” Jawab mereka, “Benar, ya
Rasulullah.” Lalu Nabi saw bersabda,
“Sambutlah kabar baik dan tetaplah
berpengharapan baik untuk mencapai semua
cita-citamu. Demi Allah, bukan kemiskinan
yang aku khawatirkan atas kamu, tetapi aku
khawatir kalau terhampar luas dunia ini
bagimu, sebagaimana telah terhampar untuk
orang-orang yang sebelum kamu, kemudian
kamu berlomba-lomba sebagaimana mereka
berlomba-lomba, sehingga membinasakan
kamu sebagaimana telah membinasakan
mereka.”
(Bukhari – Muslim)
76. Dari ‘Utban bin Malik r.a. berkata: Ketika
Nabi saw selesai shalat bertanya, “Dimanakah
Malik bin al-Dakhsyum?” Dijawab oleh
seseorang, “Dia itu munafik, tidak suka Allah
dan Rasulullah.” Maka Nabi saw bersabda,
“Jangan berkata demikian, tidakkah engkau
tahu bahwa ia telah mengucapkan LAA
ILAAHA ILLALLAAH dengan ikhlas karena
Allah? Dan Allah telah mengharamkan api
neraka kepada siapa yang mengucapkan LAA
ILAAHA ILLALLAAH dengan ikhlas karena
Allah.”
(Bukhari – Muslim)
77. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Berlindunglah kamu kepada
Allah dari beratnya bala’, menimpanya
kesukaran, keburukan takdir dan cemoohan
musuh.”
(Bukhari – Muslim)
78. Dari Sahl bin Sa’ad r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda kepada Ali r.a., “Demi Allah,
jika Allah memberi hidayah kepada seseorang
karena ajaranmu maka yang demikian itu
bagimu lebih baik dari kekayaan binatang
ternak yang merah-merah.”
(Bukhari – Muslim)
79. Dari Abdullah bin Amr bin al-’Ash r.a.
berkata: Saya telah mendengar Rasulullah
saw bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak
akan mencabut ilmu pengetahuan dari
seorang hamba begitu saja, tetapi akan
mencabutnya dengan matinya orang-orang
alim, hingga apabila telah habis orang-orang
alim maka orang banyak akan mengangkat
orang-orang yang bodoh untuk menjadi
pemimpin mereka. Lalu jika mereka ditanya,
mereka akan memberikan fatwa tidak
berdasarkan ilmu pengetahuan. Maka mereka
itu sesat dan menyesatkan.”
(Bukhari – Muslim)
80. Dari ‘Aisyah r.a. berkata kepada ‘Urwah,
“Demi Allah, hai kemenakanku, kami keluarga
Nabi saw adakalanya melihat bulan berganti
tiga kali dalam dua bulan, sedangkan di
rumah-rumah Rasulullah saw tidak dinyalakan
api.” ‘Urwah bertanya, “Apa makananmu?”
‘Aisyah menjawab, “Kurma dan air. Hanya
saja adakalanya tetangga Rasulullah saw
mengirim hadiah susu ternak mereka.”
(Bukhari – Muslim)
81. Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a. berkata: Suatu
hari ‘Aisyah r.a. mengeluarkan kain dan
sarung yang tebal, ditunjukkan kepada kami
sambil berkata, “Rasulullah saw ketika
meninggal dunia sedang memakai sarung dan
kain ini.”
(Bukhari – Muslim)
82. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Bukanlah orang miskin itu
yang berkeliling meminta-minta kepada orang
banyak sehingga tertolak dari satu dua suap
makanan atau satu dua biji kurma, tetapi
orang miskin yang sesungguhnya dan yang
dikehendaki oleh Islam untuk dibantu ialah
orang yang tidak mempunyai penghasilan yang
mencukupi dan yang tidak diingat orang untuk
disedekahi serta tidak suka pergi meminta-
minta kepada orang lain.”
(Bukhari – Muslim)
83. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Sungguh, sekiranya salah
seorang dari kamu itu pergi mencari kayu dan
dipikul di atas pundaknya, lebih baik daripada
meminta-minta kepada orang lain, baik diberi
atau ditolak.”
(Bukhari – Muslim)
84. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Setiap hamba Allah melewati
waktu paginya, tentu ada dua malaikat yang
turun berdoa. Yang satu berdoa, “Ya Allah,
berilah ganti (balasan yang berlipat) kepada
orang yang suka memberi (dermawan).”
Malaikat yang kedua berdoa, “Ya Allah,
berilah kepada orang yang kikir itu
kehancuran dan kemusnahan pada hartanya.”
(Bukhari – Muslim)
85. Dari Ibnu Mas’ud r.a. berkata: Nabi saw
bersabda, “Tidak boleh seorang menginginkan
hak orang lain kecuali dua macam yaitu
seseorang yang diberi kekayaan harta oleh
Allah lalu digunakannya semata-mata untuk
memperjuangkan kebenaran dan seseorang
yang diberi ilmu oleh Allah
lalu digunakan dan diajarkan kepada
manusia.”
(Bukhari – Muslim)
86. Dari Ibnu Umar r.a. berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Tidak boleh seseorang iri
terhadap orang lain kecuali dalam dua hal
yaitu seseorang yang diberi pengertian Al
Qur’an lalu ia mempergunakannya sebagai
pedoman amalnya siang-malam dan seseorang
yang diberi oleh Allah kekayaan harta lalu ia
membelanjakannya siang-malam untuk segala
amal kebaikan.”
(Bukhari – Muslim)
87. Dari Abu Hurairah r.a. berkata:
Sesungguhnya para fakir miskin dari sahabat
Muhajirin datang mengeluh kepada Rasulullah
saw, “Ya Rasulullah, orang-orang kaya telah
memborong semua pahala, tingkat-tingkat
yang tinggi dan kesenangan yang abadi.” Nabi
saw bertanya, “Mengapakah demikian?”
Mereka menjawab, “Mereka shalat
sebagaimana kami, puasa sebagaimana kami,
mereka bersedekah sedangkan kami tidak
bersedekah dan mereka memerdekakan budak
sedangkan kami tidak dapat memerdekakan
budak.” Rasulullah saw bersabda, “Sukakah
aku ajarkan kepadamu amal perbuatan yang
dapat mengejar mereka dan tidak seorangpun
yang lebih utama dari kamu, kecuali yang
berbuat seperti perbuatanmu?” Mereka
menjawab, “Baiklah, ya Rasulullah.” Nabi
saw bersabda, “Membaca tasbih
(SUBHAANALLAAH), takbir (ALLAAHU AKBAR)
dan tahmid (ALHAMDULILLAAH) setiap selesai
shalat 33 kali.” Kemudian sesudah itu para
fakir miskin itu kembali mengeluh kepada
Rasulullah saw, “Ya Rasulullah, saudara-
saudara kami, orang-orang kaya mendengar
perbuatan kami maka mereka berbuat
sebagaimana perbuatan kami.” Maka Nabi
saw bersabda, “Itulah karunia Allah yang
diberikan-Nya kepada siapa yang
dikehendaki-Nya.”
(Bukhari – Muslim)
88. Dari Ash-Sha’ab bin Jatstsamah r.a.
berkata: Saya memberi hadiah himar liar
kepada Rasulullah saw, tiba-tiba ditolak dan
ketika Nabi saw melihat wajahku berubah
(karena merasa kecewa), beliau bersabda,
“Kami tidak menolak pemberianmu itu
melainkan karena kami sedang melakukan
ihram (Orang yang sedang berihram dilarang
memburu dan menangkap binatang liar).”
(Bukhari – Muslim)
89. Dari ‘Aisyah r.a. berkata: Rasulullah saw
datang dari bepergian sedang beranda rumah
kututup dengan tabir yang bergambar patung
maka ketika Rasulullah saw melihatnya,
beliau merobek-robeknya seraya berkata,
“Manusia yang paling berat siksaannya pada
hari kiamat nanti adalah orang-orang yang
menyerupakan ciptaan Allah.”
(Bukhari – Muslim)
90. Dari ‘Aisyah r.a. berkata, “Belum pernah aku
melihat Rasulullah saw tertawa sehingga
terlihat langit-langit mulutnya tetapi beliau
selalu tersenyum.”
(Bukhari – Muslim)
91. Dari Abu Umar r.a. berkata, “Rasulullah saw
biasa jika keluar dari jalan asy-Syajarah dan
jika kembali dari jalan al-Mu’arris. Dan jika
masuk Makkah dari jalan ats-Tsaniyatul ‘Ulya
dan jika keluar dari ats-Tsaniyatus-sufla.”
(Bukhari – Muslim)
92. Dari Abu Mas’ud (Uqbah) bin ‘Amr al-Badri
r.a. berkata: Seseorang datang kepada Nabi
saw dan berkata, “Saya terpaksa mundur dari
shalat jama’ah Shubuh karena Fulan (Imam)
memanjangkan bacaannya.” Berkata Uqbah,
“Maka saya tidak pernah melihat Nabi saw
marah dalam suatu nasihat sebagaimana
waktu itu.” Nabi saw bersabda, “Hai sekalian
manusia, seseungguhnya diantaramu ada
orang-orang yang membenci orang lain. Maka
barangsiapa diantaramu mengimami orang
banyak, hendaklah ia meringkas (bacaan
suratnya) karena di belakangnya ada orang
yang sudah lanjut usia, orang yang lemah dan
orang yang mempunyai kepentingan.”
(Bukhari – Muslim)
93. Dari Abu Ya’la (Ma’qil) bin Yasar r.a.
berkata: Rasulullah saw bersabda, “Tiadalah
seseorang yang diamanati oleh Allah untuk
memimpin rakyatnya kemudian ketika mati, ia
masih menipu rakyatnya melainkan pasti Allah
mengharamkan surga baginya.”
(Bukhari – Muslim)
94. Dari Ibnu Umar r.a. berkata: Nabi saw
bersabda, “Seorang Muslim wajib mendengar
dan taat kepada pemerintahnya pada apa
yang disetujui dan yang tidak disetujui,
kecuali jika diperintah bermaksiat. Maka
apabila disuruh bermaksiat, ia tidak wajib
mendengar dan tidak wajib taat.”
(Bukhari – Muslim)
95. Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a. berkata: Aku
bersama dua orang sepupuku masuk kepada
Rasulullah saw, maka salah seorang dari
sepupuku berkata, “Ya Rasulullah, berilah
kepada kami jabatan pada salah satu bagian
yang diberikan Allah kepadamu.” Sepupuku
yang kedua juga berkata demikian, maka
Rasulullah saw bersabda, “Demi Allah, kami
tidak mengangkat seseorang pada suatu
jabatan kepada orang yang menginginkan
atau orang yang berambisi pada jabatan itu.”
(Bukhari – Muslim)
96. Dari Abu Sa’id (Abdurrahman) bin Samurah
r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda
kepadaku, “Ya Abdurrahman bin Samurah,
janganlah engkau menuntut kedudukan dalam
pemerintahan karena jika engkau diserahi
jabatan tanpa meminta, maka engkau akan
dibantu oleh Allah untuk melaksanakannya.
Tetapi jika jabatan itu engkau peroleh
karena permintaanmu, maka akan diserahkan
ke atas bahumu atau kebijaksanaanmu
sendiri. Dan jika engkau telah bersumpah
atas sesuatu perkara kemudian engkau
dapatkan perkara lainnya yang lebih baik,
maka tebuslah sumpah itu dan kerjakanlah
apa yang lebih baik itu.”
(Bukhari – Muslim)
97. Dari Ibnu Umar r.a. berkata: Rasulullah saw
melewati seseorang yang sedang menasihati
saudaranya karena pemalu, maka Nabi saw
bersabda, “Biarkanlah ia karena
sesungguhnya sifat malu itu sebagian dari
Iman.”
(Bukhari – Muslim)
98. Dari Abu Wa’il (Syaqiq) bin Salamah berkata:
Biasanya Ibnu Mas’ud r.a. memberi ceramah
kepada kami setiap hari kamis, maka
seseorang berkata kepadanya, “Hai Abu
Abdurrahman, aku ingin agar engkau suka
memberi ceramah setiap hari.” Ibnu Mas’ud
menjawab, “Tiada halangan bagiku untuk
memberi ceramah setiap hari, hanya saja aku
khawatir akan menjemukan kamu. Dan aku
sengaja memberi ceramah dalam waktu yang
jarang, sebagaimana Rasulullah saw pernah
memberi ceramah kepada kami, khawatir akan
membuatmu jemu dari nasehat.”
(Bukhari – Muslim)
99. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Apabila bersandal salah
seorang kamu, hendaklah ia mendahulukan
kaki yang kanan dan jika melepas, hendaklah
ia mendahulukan kaki yang kiri. Hendaklah
yang kanan lebih dahulu disandali dan yang
terakhir dilepaskan.”
(Bukhari – Muslim)
100. Dari ‘Amr bin Salamah r.a. berkata:
Rasulullah saw mengajarkan kepadaku,
“Bacalah BISMILLAH dan makanlah dengan
tangan kananmu dan makanlah dari yang
dekat-dekat kepadamu.”
(Bukhari – Muslim)
01. Dari Abu Hurairah r.a. berkata, “Selamanya
Rasulullah saw tidak pernah mencela
makanan, maka jika beliau suka, dimakannya
dan jika beliau tidak suka, ditinggalkannya
makanan itu.”
(Bukhari – Muslim)
02. Dari Hudzaifah r.a. berkata: Rasulullah saw
melarang kami dari pakaian sutera yang halus
atau tebal dan minum dari bejana emas atau
perak lalu beliau bersabda, “Itu semua untuk
orang-orang kafir di dunia dan untuk kamu di
akhirat.”
(Bukhari – Muslim)
03. Dari Ummu Salamah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Orang yang minum dari
bejana perak seolah-olah menuangkan ke
dalam perutnya api neraka jahannam.”
(Bukhari – Muslim)
***
Dalam riwayat Muslim: Sesungguhnya orang-
orang yang makan dalam bejana perak atau
emas atau yang minum dalam bejana perak
atau emas, seolah- olah menuangkan ke
dalam perutnya api neraka jahannam.
04. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Segerakanlah pemakaman
jenazah, maka jika ia jenazah orang shaleh,
berarti kamu menyegerakan ia kepada
kebaikan dan jika sebaliknya, berarti kamu
telah melepaskan kejahatan dengan segera
dari bahumu (pundakmu).”
(Bukhari – Muslim)
05. Dari ‘Aisyah r.a. berkata: Ketika istri-istri
Rasulullah saw sedang berkerumun di sisi
Rasulullah saw, tiba-tiba datang Siti Fatimah
yang jalannya cepat seperti jalannya
Rasulullah saw. Ketika Rasulullah saw melihat
kepadanya, maka dia disambut dengan
ucapan, “Selamat datang anakku,” kemudian
ia didudukkan di sebelah kanan atau kirinya,
lalu dibisikkan kepadanya. Tiba-tiba ia
menangis tersedu-sedu dan ketika Rasulullah
saw melihat tangisnya, beliau berbisik
kembali kepadanya, lalu tertawalah Fatimah.
Maka aku berkata, “Rasulullah saw
mengistimewakan dengan rahasia-rahasia
atas Fatimah lebih dari istri-istrinya.” Maka
menagislah aku dan ketika Rasulullah saw
telah pergi dari tempat itu, aku bertanya
kepada Fatimah, “Apa yang dikatakan
Rasulullah saw tadi kepadamu?” Fatimah
menjawab, “Aku tidak akan membuka rahasia
Rasulullah saw.” Kemudian setelah Rasulullah
saw meninggal, aku berkata, “Sungguh aku
ingin mendapat keterangan tentang apa yang
dibisikkan oleh Rasulullah saw kepadamu itu.”
Fatimah menjawab, “Kini baiklah. Pada
bisikan pertama Nabi saw memberitahukan
bahwa Jibril biasa mengulangi padanya
bacaan al-Qur’an setiap tahun satu kali dan
kini dia mengulanginya sampai dua kali, ‘Aku
merasa bahwa ajalku sudah dekat, maka
bertakwalah kamu kepada Allah dan sabarlah.
Aku adalah sebaik-baik orang yang
mendahului kamu,’ karena itu aku menangis.
Kemudian ketika beliau melihat aku sangat
sedih, beliau membisikkan kepadaku untuk
kedua kalinya, ‘Hai Fatimah, tidak puaskah
engkau sebagai wanita yang utama bagi
sekalian Mu’min atau wanita yang utama dari
sekalian umat ini? Maka tertawalah aku
karenanya.”
(Bukhari – Muslim)
06. Dari Ibnu Umar r.a. berkata: Nabi saw
bersabda, “Barangsiapa menurunkan kainnya
dibawah mata kaki karena sombong, Allah
tidak akan melihat kepadanya dengan
pandangan rahmat pada hari kiamat.” Maka
Abubakar r.a. bertanya, “Ya Rasulullah,
kainku selalu turun kebawah mata kaki,
kecuali jika kujaga benar-benar.” Nabi saw
bersabda, “Engkau tidak berbuat itu karena
sombong.”
(Bukhari – Muslim)
07. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Allah tidak akan melihat
dengan pandangan rahmat pada hari kiamat
kepada siapa yang memakai (menurunkan)
kainnya karena sombong.”
(Bukhari – Muslim)
08. Dari Anas r.a berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Barangsiapa memakai kain sutera
di dunia, maka tidak akan memakainya di
akhirat.”
(Bukhari – Muslim)
09. Dari Umar bin al-Khaththab r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda, “Janganlah engkau
memakai kain sutera, maka barangsiapa
memakainya di dunia, tidak akan memakainya
di akhirat.”
(Bukhari – Muslim)
10. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Barangsiapa menghadiri
jenazah hingga menshalatkannya, maka ia
akan mendapat pahala satu qirath dan
barangsiapa menghadirinya hingga
dimakamkan, maka ia akan mendapat pahala
dua qirath.” Ketika ditanya, “Aapakah dua
qirath itu?” Nabi saw menjawab, “Sebesar
dua bukit yang besar-besar.”
(Bukhari – Muslim)
11. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Saya telah
mendengar Rasulullah saw bersabda,
Bagaimanakah pendapatmu seumpama ada
sebuah sungai di muka pintu salah seorang
dari kamu, lalu ia mandi daripadanya setiap
hari lima kali, apakah masih ada tertinggal
kotorannya?” Para sahabat menjawab,
“Tidak.” Nabi saw bersabda, “Maka
demikianlah shalat lima waktu, Allah akan
menghapuskan dosa-dosa dengannya.”
(Bukhari – Muslim)
12. Dari Abu Hurairah r.a. berkata, “Kekasihku
Rasulullah saw pernah berpesan kepadaku
supaya berpuasa tiga hari setiap bulan,
shalat dhuha dua rakaat dan shalat witir
sebelum tidur.”
(Bukhari – Muslim)
13. Dari Abu Musa r.a. berkata: Nabi saw
bersabda, “Perumpamaan petunjuk dan ilmu
yang diberikan oleh Allah kepadaku bagaikan
hujan yang turun ke tanah, maka ada
sebagian tanah yang subur, yang dapat
menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rumput
yang banyak sekali. Dan adapula tanah yang
keras menahan air, hingga berguna untuk
minuman dan penyiraman kebun tanaman. Dan
ada sebagian tanah yang keras kering tidak
dapat menahan air dan tidak pula
menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.
Demikianlah perumpamaan orang yang pandai
dalam agama Allah dan mempergunakan apa
yang diberikan Allah kepadaku, lalu
mengajarkannya dan perumpamaan orang
yang tidak dapat menerima petunjuk Allah
yang telah ditugaskan kepadaku.”
(Bukhari – Muslim)
14. Abu Sa’id al-Khudri r.a. mendengar
Rasulullah saw bersabda, “Jika salah seorang
kamu melihat mimpi yang disukai, maka itu
dari Allah dan hendaklah diceritakannya
kepada orang lain.”Dalam riwayat lain:
“Jangan diberitakan kecuali kepada orang
yang engkau sukai. Dan jika mimpi yang
menakutkan, maka itu dari setan dan
hendaklah ia berlindung kepada Allah
Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak
menceritakannya kepada orang lain, maka
tidak akan berbahaya baginya.
(Bukhari – Muslim)
15. Dari Abu Qatadah r.a. berkata: Nabi saw
bersabda, “Impian yang baik dari Allah dan
impian yang buruk dari syetan. Maka
barangsiapa bermimpi melihat sesuatu yang
tidak disukainya, hendaklah ia meludah ke
sebelah kiri tiga kali dan membaca A’UDZU
BILLAAHI MINASY SYATHAANIR RAJIIM tiga
kali, maka tidak akan membahayakannya.”
(Bukhari – Muslim)
16. Dari Ibnu Umar r.a. berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Janganlah salah seorang kamu
membangunkan temannya dari tempat
duduknya, kemudian ia duduk padanya. Tetapi
hendaklah kamu memperluas
(merenggangkan) untuk memberi tempat.”
Adalah Ibnu Umar dalam mempraktekkan
hadits ini, jika seseorang bangun dari
majelisnya, ia tidak suka duduk pada tempat
orang itu.
(Bukhari – Muslim)
17. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Orang yang berkendaraan
memberi salam kepada orang yang berjalan,
yang berjalan memberi salam kepada yang
duduk dan rombongan yang sedikit memberi
salam kepada rombongan yang banyak.”
(Bukhari – Muslim)
18. Dari Ibnu ‘Abbas r.a. berkata: Nabi saw
bersabda, “Jangan menyendiri seorang lelaki
dengan perempuan melainkan harus ada
mahram yang menyertainya. Dan jangan
berpergian seorang perempuan melainkan
bersama mahramnya.” Maka ada seseorang
bertanya, “Ya Rasulullah, istriku pergi
berhaji sedangkan aku telah tercatat untuk
pergi berperang.” Maka Nabi saw bersabda,
“Pergilah engkau berhaji bersama istrimu.”
(Bukhari – Muslim)
19. Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda, “Perumpamaan
orang Mukmin yang membaca al-Qur’an
adalah bagaikan buah jeruk; baunya harum
dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang
mukmin yang tidak dapat membaca al-Qur’an
adalah bagaikan kurma; rasanya lezat dan
tidak berbau. Dan perumpamaan orang
munafik yang membaca al-Qur’an adalah
bagaikan bunga yang berbau harum dan
rasanya pahit. Dan perumpamaan orang
munafik yang tidak membaca al-Qur’an adalah
bagaikan buah hanzhal yang tidak berbau dan
rasanya pahit.”
20. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Sesungguhnya umatku pada
hari kiamat nanti akan dipanggil dalam
keadaan putih cemerlang muka, tangan dan
kakinya dari bekas-bekas wudhu”. Maka
barangsiapa ingin memperpanjang
kecermelangannya itu, hendaklah ia
melakukannya.
(Bukhari – Muslim)
21. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Andaikan manusia benar-
benar mengetahui keutamaan shaf pertama
dan menyambut adzan kemudian untuk
mendapatkan shaf pertama mereka harus
berundi, niscaya mereka akan berundi untuk
mendapatkannya. Dan andaikan mereka
mengetahui keutamaan mendatangi shalat
berjamaah pada waktu yang awal, niscaya
mereka akan berlomba-lomba untuk
mendahuluinya. Dan andaikan mereka
mengetahui keutamaan shalat shubuh dan
‘isya berjamaah, pasti mereka akan
mendatanginya,
meskipun dengan merangkak-rangkak.”
22. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Apabila telah diserukan adzan
untuk shalat maka berlari mundurlah setan
sambil terkentut-kentut, hingga tidak
terdengar olehnya suara adzan itu. Apabila
adzan telah selesai, ia pun datang kembali.
Kemudian ia mengganggu hati orang yang
shalat, seraya berkata, ‘Ingatlah ini dan
ingatlah itu.’ Padahal yang demikian itu tidak
pernah diingatnya sebelum shalat. Sehingga
orang yang shalat itu tidak tahu lagi, sudah
berapa rakaatkah shalat yang dikerjakannya
itu.”
(Bukhari – Muslim)
23. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Shalat seseorang dengan
berjamaah itu dilipatgandakan (pahalanya)
atas shalatnya yang dilakukan di rumah atau
di pasarnya dengan kelipatan dua puluh lima
kali. Yang demikian itu karena apabila ia
menyempurnakan wudhu’nya dengan maksud
untuk shalat (berjamaah), maka tiadalah ia
melangkahkan kakinya selangkah melainkan
terangkat untuknya satu derajat dan
dihapuskan daripadanya satu kesalahannya.
Lalu apabila ia melakukan shalat, maka
senantiasalah Malaikat mendoakan atasnya,
selama ia masih tetap berada di tempat
shalatnya. (Doa Malaikat itu adalah), ‘Ya
Allah, belas kasihanilah dia. Ya Allah,
rahmatilah dia.’ Dan senantiasalah salah
seorang kamu dianggap berada dalam shalat,
selama ia menantikan shalat (berjamaah).”
(Bukhari – Muslim)
24. Zaid bin Tsabit r.a. berkata: Bersabda Nabi
saw, “Hai sekalian manusia, shalatlah di
rumah, maka sesungguhnya seutama-utama
shalat seseorang itu adalah di rumahnya,
kecuali shalat fardhu.”
(Bukhari – Muslim)
25. Ibnu Umar r.a. berkata: Bersabda Nabi saw,
“Jadikan penghabisan (akhir) shalatmu pada
waktu malam dengan shalat witir.”
(Bukhari – Muslim)
26. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Barangsiapa bangun malam pada
bulan Ramadhan dan mengerjakan shalat
malam karena iman dan mengharapkan pahala
dari Allah maka diampuni semua dosanya yang
telah lalu.”
(Bukhari – Muslim)
27. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Andai aku tidak khawatir akan
memberatkan umatku, niscaya kuwajibkan
mereka bersiwak (gosok gigi) pada tiap-tiap
shalat.”
(Bukhari – Muslim)
28. Abu Hurairah r.a. berkata: Bersabda Nabi
saw, “Lima macam dari fitrah (kelakuan yang
tetap dari sunat para Nabi) yaitu khitan,
mencukur rambut kemaluan, memotong kuku,
mencabut bulu ketiak dan mencukur kumis.”
(Bukhari – Muslim)
29. Ibnu Umar r.a. berkata: Bersabda Nabi saw,
“Cukurlah kumis dan peliharalah jenggot.”
(Bukhari – Muslim)
30. Dari Jabir bin Samurah r.a. berkata:
“Penduduk Kufah mengadukan Sa’ad bin Abi
Waqqash r.a. kepada Amirul Mukminin Umar
bin Al-Khaththab r.a. sehingga Umar pun
memecatnya dan digantikan oleh Ammar bin
Yasir r.a. Begitu berat pengaduan mereka,
hingga mereka mengadukan bahwa engkau
tidak bisa shalat dengan sempurna.” Jawab
Sa’ad, “Adapun aku, demi Allah, memimpin
mereka dalam shalat sebagaimana shalat
Rasulullah saw tidak mengurangi sedikit pun
daripadanya. Yaitu memanjangkan dua rakaat
pertama dan memendekkan dua rakaat
terakhir.” Berkata Umar, “Aku kira engkau
memang demikian adanya, ya Abu Ishaq.”
Kemudian Umar mengirim Sa’ad ke Kufah
bersama beberapa orang untuk menanyakan
langsung kepada rakyat di sana tentang
dirinya. Setiap masjid didatangi dan kepada
jamaah yang ada di situ langsung ditanyakan
tentang Sa’ad. Maka mereka pun menjawab
dengan jujur, terus terang dan mereka
semua memuji kebaikan Sa’ad kecuali ketika
mereka masuk di masjid bani ‘Abs, maka
ketika ditanyakan tentang Sa’ad ada seorang
lelaki bernama Usamah bin Qatadah yang
bergelar Abu Sa’adah menjawab, “Jika
engkau bertanya tentang Sa’ad maka ia
adalah orang yang tidak suka keluar
memimpin pasukan perang, kalau membagi
tidak pernah rata dan kalau menghukum tidak
adil.” Mendengar jawaban seperti itu, Sa’ad
menyerahkan urusannya kepada Allah dan
berkata, “Ingat, saya hendak berdoa tiga
macam yaitu ‘Ya Allah, jika hamba-Mu ini
berdusta (yakni Abu Sa’adah), hanya
bermaksud mencari muka dan nama, maka
panjangkanlah umurnya, jadikan ia miskin
sampai tua dan hadapkan ia kepada berbagai
fitnah.’” Ternyata doa Sa’ad dikabulkan oleh
Allah, sehingga ketika orang itu telah lanjut
usia, selalu saja bila orang bertanya
tentangnya maka dijawab, “Orang yang telah
terkena bala’ oleh doa Sa’ad bin Abi Waqqash
r.a.”
(Bukhari – Muslim)
31. Abdul Malik bin Umar yang meriwayatkan
hadits ini dari Jabir bin Samurah berkata,
“Saya sendiri melihat orang itu telah
demikian tuanya, sehingga alisnya hampir
menutupi matanya. Tetapi ia selalu duduk-
duduk di tepi jalan mengganggu gadis-gadis
yang lewat.”
32. Dari Abu Waqid (al-Harits) bin ‘Auf r.a.
berkata: Ketika Rasulullah saw duduk di
masjid, sedang orang banyak (para sahabat)
duduk pula bersama beliau, tiba-tiba datang
tiga orang lelaki. Maka dua orang diantara
mereka menghadap Rasulullah saw, sedang
yang seorang lagi terus pergi. Kemudian
kedua orang itu berhenti di hadapan
Rasulullah saw. Lalu salah seorang dari
keduanya melihat tempat kosong pada majelis
itu, kemudian duduk padanya. Sedang yang
seorang lagi duduk di belakang mereka.
Adapun orang yang ketiga maka ia berpaling
dan terus pergi. Ketika Rasulullah saw telah
selesai menyampaikan ajarannya, berliau
bersabda, “Sukakah aku beritahukan
kepadamu
tentang ketiga orang itu? Adapun salah
seorang dari mereka, maka ia bermaksud
mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah
pun mendekatinya. Yang seorang lagi merasa
malu (untuk berdesak-desakkan) maka Allah
pun malu (untuk menyiksanya). Sedang orang
yang ketiga berpaling, maka Allah pun
berpaling dari padanya (tidak memberikan
rahmat-Nya).”
(Bukhari – Muslim)
33. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Ada seseorang yang biasa
menghutangkan kepada orang-orang, maka
jika ia menyuruh menagih kepada
pesuruhnya, ia selalu berpesan, ‘Jika kamu
mendapati orang itu masih belum dapat
membayar, maka maafkanlah dia, semoga
Allah memaafkan kami kelak.’ Maka ketika ia
berhadapan dengan Allah, Allah
memaafkannya.”
(Bukhari – Muslim)
34. Dari Abu Waqid (al-Harits) bin ‘Auf r.a.
berkata: Ketika Rasulullah saw duduk di
masjid, sedang orang banyak (para sahabat)
duduk pula bersama beliau, tiba-tiba datang
tiga orang lelaki. Maka dua orang diantara
mereka menghadap Rasulullah saw, sedang
yang seorang lagi terus pergi. Kemudian
kedua orang itu berhenti di hadapan
Rasulullah saw. Lalu salah seorang dari
keduanya melihat tempat kosong pada majelis
itu, kemudian duduk padanya. Sedang yang
seorang lagi duduk di belakang mereka.
Adapun orang yang ketiga maka ia berpaling
dan terus pergi. Ketika Rasulullah saw telah
selesai menyampaikan ajarannya, berliau
bersabda, “Sukakah aku beritahukan
kepadamu tentang ketiga orang itu? Adapun
salah seorang dari mereka, maka ia
bermaksud mendekatkan diri kepada Allah,
maka Allah pun mendekatinya. Yang seorang
lagi merasa malu (untuk berdesak-desakkan)
maka Allah pun malu (untuk menyiksanya).
Sedang orang yang ketiga berpaling, maka
Allah pun berpaling dari padanya (tidak
memberikan rahmat-Nya).”
(Bukhari – Muslim)